Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan kolaborasi lintas wilayah di kawasan Bandung Raya menjadi kunci untuk menyelesaikan sejumlah persoalan strategis yang dihadapi Kabupaten Bandung, terutama banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang.
Menurut Dadang, kompleksitas persoalan tersebut tidak dapat ditangani secara parsial oleh satu daerah saja. Ia menilai hal itu berkaitan dengan keterhubungan historis dan geografis Bandung Raya yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang ini harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” kata Dadang, Selasa, 21 April 2026.
Ia juga menilai semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Kabupaten Bandung pada masa lalu perlu kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pembangunan saat ini. Dengan sinergi antardaerah, ia berharap penanganan isu-isu strategis dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Dadang memaparkan arah pembangunan daerah terus difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif, dari minus 7,5 persen pada 2021 menjadi 6,38 persen pada 2025, yang ditopang sektor industri, pertanian, pariwisata, dan UMKM.
Selain penguatan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Bandung juga memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya yang disebutkan antara lain melalui program beasiswa BESTI, penguatan tenaga kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional seperti Sekolah Rakyat dan koperasi desa/kelurahan merah putih.

