Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, meresmikan peluncuran 57 website desa sebagai bagian dari percepatan digitalisasi di total 117 desa, Sabtu (15/4/2026). Program ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka sekaligus meningkatkan akses pelayanan publik.
Peluncuran yang dipusatkan di Gospel Kafe Resto tersebut dirangkaikan dengan pelatihan operator dan penyerahan website kepada pemerintah desa. Kegiatan ini diinisiasi komunitas Aru Muda sebagai langkah mendorong transformasi digital di tingkat desa.
Ketua panitia, Roy Rengrengulu, menegaskan peluncuran website desa bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak menuju pemerintahan desa yang lebih transparan dan akuntabel. Ia menyebut digitalisasi desa penting untuk mendukung pengelolaan anggaran serta pelayanan publik, karena informasi desa dapat diakses masyarakat secara terbuka.
Dalam arahannya, Kaidel mengatakan website desa akan diintegrasikan dengan data kementerian dan lembaga dalam satu sistem data tunggal. Menurutnya, integrasi ini sejalan dengan program Badan Pusat Statistik (BPS) melalui inisiatif “Baku Kele Kalesang Desa Pakai Data” yang disebut belum terealisasi secara menyeluruh.
“Website desa akan disinkronisasikan dengan data kementerian dan lembaga menuju satu data tunggal. Ini penting untuk memastikan akurasi dan validitas data,” kata Kaidel.
Ia juga mengingatkan para camat dan kepala desa agar serius menuntaskan pembangunan website, terutama desa yang belum memiliki platform digital. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengambil langkah tegas bagi desa yang tidak memenuhi target tersebut dalam tahun anggaran 2026.
Kaidel menilai digitalisasi menjadi solusi atas tantangan geografis Kepulauan Aru yang terdiri dari wilayah kepulauan. Melalui sistem berbasis website, pemerintah dapat memantau perkembangan 117 desa secara lebih cepat dan efisien.
Selain untuk layanan dan transparansi, website desa juga direncanakan menjadi wadah penghimpunan data strategis, mulai dari data kependudukan, stunting, hingga kemiskinan dalam satu sistem terpadu.
Untuk penguatan program, pemerintah daerah turut merencanakan sejumlah inovasi, antara lain lomba film dokumenter desa guna mempromosikan potensi lokal melalui platform digital. Selain itu, akan dibangun dua unit videotron bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menampilkan profil desa kepada publik.
Usai peluncuran, Bupati menyerahkan website desa secara simbolis dan menandatangani berita acara bersama perwakilan Aru Muda serta Kepala Desa Namara sebagai representasi dari 57 desa penerima.

