Sejumlah klaim terkait dolar sempat beredar di media sosial. Dua di antaranya adalah narasi yang menyebut ada video dolar milik Rafael Alun ditimbun di bawah tanah, serta klaim bahwa bahan baku uang kertas dolar Amerika Serikat (AS) berasal dari pohon pisang dari Indonesia.
Untuk klaim pertama, sebuah akun Facebook mengunggah video pada 10 Juli 2023 yang menampilkan alat berat memindahkan dua kotak. Kotak itu kemudian dibuka menggunakan alat seperti kapak dan gerinda. Setelah terbuka, terlihat uang kertas di dalam kotak, sementara di sisi lain disebutkan ada senjata api laras pendek. Pada video juga terdapat tulisan “MAMPUS LO RAFAEL ALUN PEGAWAI PAJAK” dan keterangan yang menyatakan “video dolar $ milik ‘Rafael Alun’ ditimbun di bawah tanah” disertai narasi tambahan.
Hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim tersebut tidak terbukti. Artinya, tidak ada bukti yang mendukung bahwa video itu benar menunjukkan dolar milik Rafael Alun yang ditimbun di bawah tanah.
Klaim kedua beredar dalam bentuk foto pohon pisang yang disertai narasi bahwa daun pisang merupakan bahan baku pembuatan uang kertas dolar AS. Unggahan tersebut antara lain muncul dari akun Facebook bernama Profesor Jenius pada 20 Oktober 2020, serta ditemukan pula pada akun lain seperti Zoe Byth dan Muhammad Ajay.
Unggahan itu mempertanyakan dan menyatakan seolah-olah bahan baku dolar AS berasal dari pohon pisang dari Indonesia. Pemeriksaan fakta kemudian dilakukan untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut.
Maraknya unggahan semacam ini menunjukkan pentingnya memeriksa konteks, sumber, dan bukti pendukung sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.

