Cek Fakta: Video Prabowo Disebut Umumkan Bantuan Modal Usaha dan Bayar Utang, Klaim Tidak Benar

Cek Fakta: Video Prabowo Disebut Umumkan Bantuan Modal Usaha dan Bayar Utang, Klaim Tidak Benar

Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bantuan untuk modal usaha dan membayar utang. Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar.

Video yang dikaitkan dengan program bantuan itu identik dengan rekaman kegiatan Prabowo saat menyampaikan kebijakan pemerintah terkait penguatan ketahanan ekonomi nasional melalui kewajiban penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2025.

Dalam konferensi pers tersebut, Prabowo menjelaskan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025. “Dalam rangka memperkuat dan memperbesar dampak dari pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025,” ujar Prabowo.

Melalui PP Nomor 8 Tahun 2025, pemerintah menetapkan eksportir di sektor pertambangan (kecuali minyak dan gas bumi), perkebunan, kehutanan, dan perikanan wajib menempatkan 100 persen DHE SDA dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan, melalui rekening khusus di bank nasional. Sementara itu, untuk sektor minyak dan gas bumi, ketentuan tetap mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2023.

Prabowo juga menyampaikan perkiraan dampak kebijakan tersebut terhadap devisa. “Dengan langkah ini, di tahun 2025 devisa hasil ekspor kita diperkirakan bertambah sebanyak 80 miliar dolar Amerika. Karena ini akan berlaku mulai 1 Maret, kalau lengkap 12 bulan hasilnya diperkirakan akan lebih dari 100 miliar dolar,” ungkapnya.

Meski mewajibkan penempatan devisa di dalam negeri, Prabowo menyebut eksportir tetap diberikan fleksibilitas dalam penggunaan DHE SDA. Di antaranya untuk menukar ke rupiah di bank yang sama guna operasional bisnis, membayar kewajiban pajak dan penerimaan negara bukan pajak serta kewajiban lainnya dalam valuta asing, hingga membayar dividen dalam bentuk valuta asing.

Penelusuran juga dilakukan menggunakan perangkat pendeteksi konten berbasis AI melalui situs Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan video tersebut terindikasi 44,7 persen merupakan buatan AI, sedangkan audionya terindikasi 98,3 persen dihasilkan oleh AI.