Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, tengah berpidato. Dalam unggahan tersebut, terdengar suara takbir “Allahu Akbar” yang diklaim membuat Trump panik, berhenti sejenak, lalu menoleh ke belakang.
Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan video itu merupakan konten manipulatif. Klip yang beredar disebut telah disunting dengan menambahkan audio takbir sehingga seolah-olah reaksi Trump dipicu oleh suara tersebut.
Video yang sama diketahui berasal dari pidato Trump di Bandara Internasional Dayton, Ohio, pada 12 Maret 2016. Momen itu juga terekam dalam dokumentasi sejumlah media, termasuk CNN, Fox News, dan ABC News.
Dalam rekaman asli, Trump memang tampak kaget dan menengok ke belakang saat berpidato. Akan tetapi, tidak terdengar suara takbir pada bagian tersebut. Situasi itu terjadi ketika orang-orang di kerumunan tampaknya memperingatkan Trump mengenai seseorang di belakangnya.
Tak lama setelah itu, Trump menyentak kepalanya dan empat agen Secret Service naik ke panggung untuk mengelilinginya sebagai langkah pengamanan. Setelah insiden tersebut, Trump melanjutkan pidatonya.
Dengan demikian, klaim bahwa Trump panik karena mendengar takbir saat berpidato tidak sesuai dengan rekaman asli. Video yang beredar merupakan hasil suntingan yang menambahkan audio untuk membangun narasi tertentu.

