Daftar Hoaks BBM dan Elpiji yang Ramai Beredar, dari Isu Penarikan Tabung 3 Kg hingga BBM Gratis

Daftar Hoaks BBM dan Elpiji yang Ramai Beredar, dari Isu Penarikan Tabung 3 Kg hingga BBM Gratis

Informasi palsu atau hoaks terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji kembali beredar di tengah masyarakat. Penyebarannya yang cepat, terutama melalui media sosial, kerap memicu kebingungan, keresahan, bahkan kepanikan.

Situasi ini menuntut kewaspadaan publik untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Hoaks yang beredar bukan hanya berdampak secara psikologis, tetapi juga berpotensi mengganggu ketenangan masyarakat terkait pasokan dan distribusi energi.

Berikut sejumlah klaim yang beredar dan menjadi perhatian dalam isu BBM serta elpiji.

Klaim tabung elpiji hijau 3 kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026

Sebuah unggahan di Facebook pada 1 Februari 2026 menyebarkan klaim bahwa tabung gas elpiji 3 kilogram berwarna hijau “resmi ditarik dari peredaran” pada awal puasa 2026. Narasi tersebut menyebut penarikan diputuskan dalam rapat kabinet dan pemerintah akan mengganti tabung hijau dengan beberapa warna lain.

Unggahan itu juga memuat alasan bernada bercanda dan tidak disertai rujukan atau dokumen resmi. Klaim tersebut kemudian ditelusuri dalam rubrik Cek Fakta.

Klaim Pertamina mengadakan pengisian BBM gratis di seluruh SPBU pada 29–30 Februari 2026

Postingan lain yang beredar di Facebook, diunggah pada 7 Februari 2026, menyebut Pertamina bekerja sama dengan pemerintah menggelar program pengisian BBM gratis di seluruh SPBU di Indonesia pada 29–30 Februari 2026. Dalam unggahan itu terdapat poster berlogo Danantara dan Pertamina, disertai ajakan untuk mencatat tanggal tersebut.

Klaim ini juga menjadi bahan penelusuran Cek Fakta karena ramai dibagikan dan memunculkan pertanyaan di kalangan warganet.

Klaim lingkaran merah pada tabung LPG menjadi petunjuk ledakan saat terjadi kebocoran

Pada 12 Juni 2024, beredar informasi di media sosial yang menyebut lingkaran merah pada tabung LPG berfungsi sebagai “tanda rambu gawat darurat (ledakan)”. Narasi itu mengklaim jika lingkaran merah masih berwarna merah maka tabung aman untuk dilepas regulatornya, sedangkan jika berubah hitam berarti tabung sangat berbahaya dan pengguna diminta menjauh.

Informasi tersebut juga ditelusuri dalam rubrik Cek Fakta untuk memastikan kebenarannya.

Maraknya klaim-klaim semacam ini menunjukkan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi, terutama yang menyangkut kebutuhan energi sehari-hari seperti BBM dan elpiji.