Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kondisi tata ruang Kota Bandung yang dinilainya masih semrawut. Ia juga menyinggung persoalan kebersihan setelah melihat adanya tumpukan sampah saat memantau proses revitalisasi kawasan Gedung Sate–Lapangan Gasibu.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi mempertanyakan konsep penataan ruang Kota Bandung kepada jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia juga meminta agar pelaksanaan revitalisasi tetap mengutamakan kebersihan, termasuk kepada pihak kontraktor yang terlibat.
Dedi menekankan bahwa anggaran untuk pekerja kontraktor dalam proyek tersebut diurus oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tidak inefisien. Anggarannya efisien dari saya itu, tapi nanti jangan marah kalau saya temukan anggaran inefisien di tempat lain,” ujar Dedi.
Saat berada di lokasi, ia juga sempat memuji seorang pekerja yang terlihat mencuci mobil truk karena dinilai tetap menjaga kebersihan di area pekerjaan.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga menjadi perhatian publik terkait aktivitasnya sebagai konten kreator. Ia disebut memperoleh penghasilan puluhan miliar rupiah dari kanal YouTube miliknya, di luar potensi monetisasi dari media sosial lain yang dikelola timnya untuk mendistribusikan konten.
Dedi kerap diperbincangkan karena sering terjun langsung ke masyarakat untuk mendengar keluhan warga dan memberikan bantuan dalam berbagai persoalan.

