Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang dan Kebersihan di Sekitar Gedung Sate Saat Pantau Revitalisasi

Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang dan Kebersihan di Sekitar Gedung Sate Saat Pantau Revitalisasi

Bandung — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti kondisi tata ruang di Kota Bandung saat memantau proses revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Dalam kunjungan tersebut, ia mengaku heran karena masih menemukan penataan yang dinilai semrawut serta tumpukan sampah di beberapa titik.

KDM meninjau pekerjaan revitalisasi bersama jajaran dinas terkait yang membidangi Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia juga memberikan arahan mengenai konsep pembangunan infrastruktur di Kota Bandung, termasuk menanyakan target waktu pengerjaan proyek revitalisasi Gedung Sate–Gasibu.

“Ini berapa hari? Berarti selesainya tanggal 7 Agusus selesai, berarti sudah rapi ya,” ujar KDM, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Selasa (21/4/2026).

Usai berdiskusi terkait progres pekerjaan, KDM mengajak jajaran dinas dan pihak kontraktor mengecek kondisi di sekitar Gedung Sate dan Gasibu. Dalam peninjauan itu, ia menekankan pentingnya kebersihan selama proses revitalisasi berlangsung, mengingat anggaran pekerja kontraktor ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tidak inefisien. Anggarannya efisien dari saya itu, tapi nanti jangan marah kalau saya temukan anggaran inefisien di tempat lain,” katanya.

Di lokasi, KDM sempat memuji seorang pekerja yang mencuci mobil truk sebelum keluar area proyek. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah jalan umum menjadi kotor akibat aktivitas proyek.

“Mau keluar semprot dulu. Benar itu sampai bersih bannya nggak boleh mengotori jalan,” ucapnya.

Namun, tak lama kemudian KDM terkejut ketika melihat beberapa bagian jalan di area depan gerbang tampak kotor akibat sampah. Padahal, jalan pemisah antara Gedung Sate dan Gasibu tersebut disebut akan disatukan melalui proses revitalisasi.

KDM kemudian turut mengecek kondisi tata ruang di sekitar Lapangan Gasibu, termasuk perubahan arus lalu lintas yang terdampak revitalisasi. Ia menyoroti kebutuhan penyesuaian lebar jalan jika dua arus kendaraan digabungkan.

“Berarti jalannya pindah ke sini? Jadi, arus dari sana dan dari sini pindah ke sini jalannya. Asalnya dua arus disatukan, berarti jalannya harus lebar yang berarti harus dua jalur,” ujarnya.