Bandung — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kondisi tata ruang dan kebersihan di sekitar Gedung Sate dan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, saat memantau proses revitalisasi kawasan tersebut. Dalam peninjauan itu, ia mempertanyakan konsep penataan ruang yang dinilainya masih semrawut dan menemukan sejumlah titik dengan tumpukan sampah.
Dedi melakukan pemantauan didampingi jajaran dinas terkait yang membidangi pekerjaan umum dan penataan ruang. Ia juga menanyakan target waktu pengerjaan revitalisasi Gedung Sate–Gasibu, seraya berharap kawasan itu dapat tertata rapi sesuai jadwal penyelesaian yang disebutnya.
Setelah memberikan arahan terkait konsep pembangunan infrastruktur, Dedi mengajak jajaran dinas dan kontraktor meninjau langsung kondisi sekitar. Ia menekankan pentingnya kebersihan selama proyek berlangsung, mengingat anggaran pekerja kontraktor dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi sempat memuji seorang pekerja yang membersihkan truk sebelum keluar area proyek agar tidak mengotori jalan. Namun, tak lama kemudian ia mengaku terkejut melihat bagian jalan di area depan gerbang yang kotor akibat sampah, padahal ruas pemisah Gedung Sate dan Gasibu itu akan disatukan melalui revitalisasi.
Dedi juga meninjau perubahan arus dan lebar jalan yang terdampak revitalisasi. Ia menilai penyatuan dua arus lalu lintas membutuhkan ruas jalan yang memadai. Selain itu, ia mengkritik kondisi taman di trotoar tengah jalan yang menurutnya tidak sedap dipandang dan meminta agar dilakukan perbaikan.
Perhatian Dedi turut tertuju pada aspek estetika penataan ruang, termasuk papan penanda bangunan di halaman pemerintah daerah yang ia minta segera direnovasi. Ia juga menyoroti pagar pembatas di jalan nasional yang dinilainya tidak terurus dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk mencegah warga menyeberang sembarangan.
Terkait pagar pembatas tersebut, Dedi menyatakan perbaikan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tanpa menunggu anggaran pendapatan dan belanja daerah. Ia menyebut pagar akan dibuat lebih tinggi dan dirancang agar tidak mudah dipotong.
Di lokasi yang sama, Dedi juga menegur petugas kebersihan jalan yang tampak santai dan meminta mereka kembali bekerja. Ia kemudian melihat seorang tunawisma tertidur di fasilitas umum dan mempertanyakan pengawasan pemerintah setempat, seraya mengimbau agar barang milik tunawisma itu diangkut oleh petugas terkait.
Di akhir peninjauan, Dedi meminta adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung untuk menjaga kebersihan kota. Ia menegaskan pembangunan fisik harus sejalan dengan kedisiplinan pemeliharaan lingkungan, termasuk memastikan kendaraan proyek dibersihkan sebelum memasuki jalan umum agar tidak mengotori estetika kota.
Dedi juga menyinggung penataan pedagang kaki lima dan parkir liar. Ia menginstruksikan Satpol PP melakukan tindakan tegas terhadap parkir liar serta memastikan pedagang berjualan sesuai tempat yang ditentukan, sembari menyatakan pemerintah akan terus memantau titik-titik kumuh agar kebersihan kota tetap terjaga.

