Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang Kabupaten Bandung dan Usulkan Pembangunan Danau untuk Redam Banjir

Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang Kabupaten Bandung dan Usulkan Pembangunan Danau untuk Redam Banjir

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4). Dalam pidatonya, ia menyoroti persoalan tata ruang di Kabupaten Bandung yang dinilai menjadi salah satu pemicu banjir.

“Karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah. Sudah bagaimana sawah dibuat jadi pabrik, banjirnya sampai segini (pinggang),” kata Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Menurutnya, alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri telah mengurangi daya serap air sehingga memperbesar risiko banjir. Ia menilai kondisi tersebut perlu ditangani melalui langkah yang lebih konkret dan terarah.

Salah satu usulan yang disampaikan Dedi adalah pembangunan danau di sejumlah titik, terutama di area yang telah berubah menjadi kawasan industri. “Yang kedua, daerah-daerah situ yang tanahnya dibuat jadi perusahaan dibuatkan danau. Itu cara hebat,” ujarnya.

Dedi menyebut konsep memperbanyak danau sebagai solusi strategis mengingat karakter wilayah Bandung yang menyerupai cekungan. “Kita harus memperbanyak danau. Karena Bandung itu seperti bendungan. Itu bupati yang kasih tahu ke saya,” ucapnya.

Selain membahas penanganan banjir, Dedi juga menyampaikan rencana pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang terdampak banjir. “Satu, jalannya ditingkatkan kualitasnya,” kata dia.

Ia menambahkan, penataan ruang dan bangunan akan dilakukan secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah sebagai bagian dari solusi jangka panjang. “Ya, tadi nanti penataan ruang, penataan bangunan secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah,” ujarnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, Dedi berharap persoalan banjir di Kabupaten Bandung dapat ditangani secara bertahap dengan pendekatan yang terintegrasi.