Deretan Hoaks yang Mencatut Nama Bali di Media Sosial dan Klaim yang Beredar

Deretan Hoaks yang Mencatut Nama Bali di Media Sosial dan Klaim yang Beredar

Hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem diprakirakan melanda wilayah Bali pada 24–26 Februari 2026. Di tengah perhatian publik terhadap kondisi cuaca tersebut, Bali juga tercatat beberapa kali menjadi sasaran informasi keliru atau hoaks yang beredar di media sosial.

Berikut rangkuman sejumlah hoaks yang mencatut nama Bali, sebagaimana pernah beredar di berbagai platform:

1. Klaim tautan pendaftaran undian Bank BPD Bali

Sebuah unggahan di Facebook pada 27 November 2025 menyebarkan klaim adanya tautan pendaftaran undian Bank BPD Bali. Unggahan itu menyasar nasabah yang disebut sudah terdaftar menggunakan mobile banking, serta menampilkan narasi promosi “Promo Undian Gong Dwipa 2025” lengkap dengan daftar hadiah, seperti mobil, motor, televisi, ponsel, kulkas, hingga emas dan logam mulia.

Unggahan tersebut juga memuat poster bertuliskan “Bank BPD Bali” dan “Undian gong Dewipa 2025”, disertai menu pendaftaran. Ketika diklik, pengguna diarahkan ke sebuah tautan dengan alamat domain hostingersite.com.

2. Video yang diklaim menampilkan Gubernur Bali menyaksikan ritual gaib

Di TikTok, beredar video yang mengklaim Gubernur Bali berkunjung ke kediaman Kiai Samsuddin untuk menyaksikan “ritual dana gaib”. Unggahan itu disertai narasi yang menyebut kunjungan tersebut viral dan dihadiri warga dalam jumlah besar.

Dalam video, terdapat audio yang menyatakan rombongan Gubernur Bali dan warga datang untuk membuktikan ritual tersebut “benar nyata”, sekaligus menyebut adanya warga yang terbantu, terutama terkait persoalan ekonomi dan utang.

3. Video yang diklaim sebagai penemuan Candi Wisnu di dasar laut Bali

Sebuah video berdurasi 51 detik yang menampilkan penyelam turun ke dasar laut juga beredar di Facebook pada 24 April 2025. Video tersebut diklaim sebagai penemuan “Candi Wisnu” di dasar laut dekat Bali, disebut berusia lebih dari 5.000 tahun, dan dikaitkan dengan lokasi selam di “Pemuteran Beach” yang disebut sebagai “Under water Temple Garden, Bali”.

Konten tersebut tercatat telah dibagikan ratusan kali dan memunculkan respons warganet di kolom komentar.

Ragam unggahan di atas menunjukkan bagaimana nama Bali kerap dicatut dalam berbagai klaim di media sosial, mulai dari tautan undian, video dengan narasi tertentu, hingga klaim penemuan situs bersejarah. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati, memeriksa sumber informasi, serta tidak terburu-buru membagikan konten yang belum terverifikasi.