DPD RI Awasi Tender Proyek WtE di Empat Kota, Danantara Tegaskan Seleksi Berbasis Mitigasi Risiko

DPD RI Awasi Tender Proyek WtE di Empat Kota, Danantara Tegaskan Seleksi Berbasis Mitigasi Risiko

JAKARTA – Menjelang pengumuman pemenang tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste-to-energy (WtE) di empat kota percontohan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyatakan akan mencermati proses seleksi agar berjalan transparan dan berpihak pada kepentingan daerah.

Empat kota yang telah masuk tahap akhir tender adalah Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi atas darurat sampah perkotaan sekaligus mendukung transisi energi.

Dalam pertemuan di Kompleks Parlemen, Rabu (18/2), Danantara Investment Management (DIM) memaparkan perkembangan proses seleksi. Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyebut lebih dari 200 perusahaan sempat masuk daftar penyedia teknologi. Dari jumlah tersebut, 24 perusahaan asing dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tender tahap berikutnya dengan kewajiban membentuk konsorsium bersama mitra lokal.

Stefanus mengatakan DIM menerapkan seleksi berbasis mitigasi risiko dan due diligence menyeluruh. Menurutnya, aspek tata kelola dan dampak lingkungan menjadi perhatian utama dalam proses tersebut.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyambut positif inisiatif proyek WtE, namun menegaskan fungsi pengawasan tetap berjalan. Ia menilai proyek ini berpotensi membuka ruang transfer teknologi dan peluang ekonomi di daerah, selama pelaksanaannya tidak mengabaikan aspirasi masyarakat setempat.

Sorotan lain disampaikan anggota DPD asal Jawa Barat, Jihan Fahira, yang mengingatkan kesiapan sosial masyarakat sebagai faktor krusial. Ia menilai teknologi tidak akan efektif tanpa edukasi pemilahan sampah dan sosialisasi mengenai dampak kesehatan.

Anggota DPD dari Sulawesi Tenggara, La Ode Umar Bonte, menambahkan bahwa proyek WtE harus selaras dengan regulasi lingkungan, termasuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Ia mengingatkan agar investasi tidak menimbulkan persoalan baru di daerah.

Menanggapi berbagai kekhawatiran tersebut, DIM menyatakan teknologi yang digunakan merupakan generasi terbaru dengan sistem penyaringan berlapis untuk menekan emisi. Pengumuman pemenang tender dijadwalkan dalam waktu dekat, di tengah pengawasan parlemen dan sorotan publik terhadap dampak lingkungan proyek.