Enam Hoaks Viral Sepekan: Modus Tautan Pendaftaran dan Pencatutan Nama Tokoh

Enam Hoaks Viral Sepekan: Modus Tautan Pendaftaran dan Pencatutan Nama Tokoh

Hoaks masih menjadi tantangan serius di era digital, ketika informasi menyebar cepat melalui media sosial. Dalam sepekan terakhir, Cek Fakta Liputan6.com mengidentifikasi enam informasi bohong yang beredar luas, dengan pola yang kerap memancing masyarakat untuk mengisi data pribadi atau mempercayai klaim bantuan tertentu.

Ragam hoaks tersebut mencakup isu kebijakan dan program bantuan, serta beberapa di antaranya mencatut nama tokoh terkenal. Berikut rangkuman enam hoaks yang ditemukan.

1. Klaim tautan pendaftaran haji gratis untuk 100 orang
Beredar unggahan Facebook pada 12 Februari 2026 yang mengklaim adanya link pendaftaran haji gratis dari pemerintah untuk “100 orang beruntung”. Unggahan itu menampilkan poster bergambar Menteri Agama Nasaruddin Umar dan ajakan mendaftar dengan login akun Telegram. Tautan yang disertakan mengarah ke halaman formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.

2. Klaim link pendaftaran bantuan bibit ikan via Telegram
Unggahan Facebook pada 11 Februari 2026 menyebut program bantuan bibit ikan “resmi dibuka” dan pendaftaran dilakukan lewat link, dengan ketentuan “gratis” serta “daftar menggunakan nomor Telegram”. Seperti pola sebelumnya, tombol pendaftaran mengarah ke formulir digital yang meminta identitas pribadi, termasuk nomor Telegram.

3. Klaim video Ahok mengumumkan bagi-bagi bantuan dana selama Ramadan
Pada 16 Februari 2026, beredar video di Facebook yang menampilkan klaim mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengumumkan bantuan dana selama Ramadan. Video itu disertai tulisan “Bagi bagi bantuan selama bulan Ramadhan”, serta narasi yang menyebut dana akan ditransfer setelah data masuk melalui WhatsApp. Unggahan juga memuat tautan untuk mengirim pesan.

4. Klaim video Wapres Gibran mengumumkan bantuan dana Rp 40 juta
Unggahan Facebook pada 7 Februari 2026 menampilkan video yang diklaim berisi pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tentang bantuan dana Rp 40 juta. Dalam unggahan, pengguna diminta menyukai dan membagikan postingan, serta berkomentar. Narasi dalam video menyebut bantuan dapat “langsung cair” dengan syarat sederhana seperti like, share, dan komentar.

5. Klaim video Presiden Prabowo mengumumkan bansos Rp 7 juta per NIK KTP
Pada 16 Februari 2026, beredar video yang diklaim menampilkan Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos tahap 3 sebesar Rp 7 juta untuk setiap NIK di KTP. Unggahan disertai foto KTP dan ajakan untuk melakukan verifikasi data diri secara online, serta caption yang mendorong pendaftaran “pengaktifan”.

6. Klaim tautan untuk mengecek status penerima BSU 2026
Unggahan Facebook pada 10 Februari 2026 menyebarkan klaim tautan untuk mengecek status penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 senilai Rp 600.000. Postingan memuat poster bertuliskan “BSU 2026” dan menyebut penyaluran oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Tombol pendaftaran mengarah ke halaman formulir digital yang meminta data pribadi, termasuk nomor Telegram.

Enam informasi tersebut menunjukkan pola yang serupa: memancing perhatian dengan narasi bantuan atau program tertentu, mencatut nama tokoh, lalu mengarahkan pengguna ke tautan yang meminta data pribadi. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap unggahan yang menawarkan bantuan dengan syarat mengisi formulir atau mencantumkan nomor kontak tertentu melalui tautan yang tidak jelas.