Gubernur Jabar Soroti Banjir Bandung: Perlu Lebih Banyak Danau dan Perbaikan Tata Ruang

Gubernur Jabar Soroti Banjir Bandung: Perlu Lebih Banyak Danau dan Perbaikan Tata Ruang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan penanganan banjir di Kabupaten Bandung harus dilakukan secara menyeluruh, menyasar persoalan tata ruang hingga ketersediaan kantong air. Pernyataan itu disampaikan Dedi, yang akrab disapa KDM, saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung memperingati Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Soreang, Senin (20/4/2026).

Menurut KDM, kondisi geografis wilayah Bandung membuat kawasan tersebut pada dasarnya menyerupai bendungan besar. Karena itu, ia menilai solusi yang paling masuk akal adalah memperbanyak “tempat parkir air” melalui pembangunan danau.

“Bandung itu harus diperbanyak danau karena Bandung itu adalah bendungan,” ujar KDM di hadapan anggota dewan dan tamu undangan.

Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap membantu pembangunan danau di lahan-lahan yang telah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Selain aspek teknis pengendalian air, KDM juga menyoroti kondisi tata ruang Kabupaten Bandung yang dinilainya bermasalah. Ia menyinggung alih fungsi lahan yang berpotensi memicu bencana, termasuk perubahan sawah menjadi kawasan industri.

“Penanganan banjir, Pak Bupati dalam tahun ini melakukan perubahan tata ruang. Karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah, sawah dibuat jadi pabrik,” tegasnya.

Persoalan sampah turut menjadi perhatian. KDM menyebut solusi jangka panjang melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sedang digarap melalui kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Lingkungan Hidup, dan pemerintah daerah.

Untuk memperkuat daya ikat tanah di wilayah hulu, KDM mendorong penanaman tanaman keras secara masif di kawasan Bandung Selatan. Ia menyebut tanaman seperti teh dan kopi sebagai opsi yang dinilai tepat, sekaligus berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Tidak hanya berdampak pada lingkungan agar tetap hijau, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan sependapat dengan arahan Gubernur. Ia menekankan penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas wilayah di Bandung Raya, termasuk penguatan penghijauan di Bandung Selatan melalui tanaman keras dan pemberdayaan petani.

“Sepakat dengan Pak Gubernur, penghijauan di Bandung Selatan melalui tanaman keras dan pemberdayaan petani akan kita dorong terus demi lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi warga,” ujar Dadang Supriatna.