Masyarakat muslim Indonesia tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Belum genap sepekan, sejumlah informasi keliru terkait Ramadhan sudah beredar di media sosial, mulai dari jadwal libur sekolah yang salah hingga tautan phishing bermodus bantuan.
Berikut rangkuman beberapa klaim yang beredar beserta hasil penelusuran faktanya.
Jadwal libur sekolah Ramadhan 2026 keliru
Di awal Ramadhan, warganet menyebarkan informasi mengenai jadwal libur sekolah selama Ramadhan 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan libur awal Ramadhan berlangsung pada 16–23 Februari 2026 dan libur Idul Fitri pada 16–29 Maret.
Namun, jadwal itu dinyatakan keliru. Berdasarkan hasil rapat pemerintah, pola kegiatan sekolah selama Ramadhan 2026 disepakati sebagai berikut: 18–20 Februari 2026 pembelajaran di luar satuan pendidikan (belajar dari rumah/lingkungan); 23 Februari–16 Maret 2026 pembelajaran tatap muka di sekolah; serta 23–27 Maret 2026 libur pasca-Ramadhan.
Skema tersebut menjadi acuan nasional yang perlu ditindaklanjuti pemerintah daerah dan sekolah dengan pengaturan teknis yang menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Tautan “internet gratis” ternyata phishing
Selain soal jadwal libur, beredar pula unggahan yang mengatasnamakan Internet Rakyat. Unggahan itu menyertakan tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendapatkan internet gratis selama Ramadhan 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tautan tersebut merupakan phishing. Internet Rakyat diketahui dioperasikan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak perusahaan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge). Tautan yang disebarkan tidak mengarah ke situs resmi Internet Rakyat, melainkan ke laman yang meminta data seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Klaim pencairan BLT Kesra 2026
Narasi lain yang juga beredar di media sosial menyebutkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) akan dicairkan menjelang bulan puasa atau Ramadhan. Klaim tersebut dinyatakan tidak benar.

