Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sasaran informasi palsu yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan video yang diklaim berisi pernyataan Prabowo tentang pemberian bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, mulai dari modal usaha hingga pelunasan utang.
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, setidaknya ada tiga klaim hoaks yang beredar dengan pola serupa, yakni mengatasnamakan Prabowo dan mengarahkan pengguna untuk menghubungi akun tertentu atau mengisi tautan pendaftaran.
1. Klaim video bantuan untuk modal usaha dan bayar utang
Salah satu unggahan hoaks muncul dari akun Facebook pada 23 April 2026. Unggahan itu menuliskan ajakan, “Untuk mansyarakat indonesia yang ingin dibantu silahkan hubungi kami?” dan menyertakan video yang memuat narasi seolah-olah Prabowo meminta orang yang kesulitan ekonomi untuk segera menghubunginya, termasuk untuk kebutuhan modal usaha, membayar utang, uang sekolah, dan lainnya. Dalam unggahan tersebut juga terdapat menu kirim pesan.
2. Klaim video bantuan dana untuk masyarakat yang membutuhkan
Hoaks lain beredar melalui unggahan akun Facebook pada 3 April 2026. Narasi dalam unggahan itu mengatasnamakan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8 dan menyebut akan membantu warga yang kesulitan ekonomi, membutuhkan modal usaha, uang untuk membayar utang, biaya sekolah, serta kebutuhan lain, disertai pesan agar dana yang diberikan tidak dipakai untuk “foya-foya.” Video yang beredar menampilkan Prabowo mengenakan jas dan kopiah hitam.
3. Klaim tautan pendaftaran bantuan token listrik Rp 700 ribu
Pada 5 April 2026, beredar unggahan Facebook yang mengklaim adanya link pendaftaran bantuan token listrik sebesar Rp 700.000 dari Prabowo-Gibran. Unggahan tersebut disertai poster bertuliskan “Presiden Prabowo dan Gibran Telah Meluncurkan TOKEN LISTRIK BANTUAN 700 Ribu untuk masyarakat Indonesia” serta tombol “daftar.” Saat tombol diklik, pengguna diarahkan ke situs tertentu yang meminta data identitas, termasuk nama dan nomor Telegram.
Cek Fakta Liputan6.com menegaskan klaim-klaim tersebut tidak benar. Masyarakat diimbau waspada terhadap unggahan yang mengatasnamakan pejabat negara dan meminta kontak pribadi atau data identitas melalui tautan tertentu.
Selain melakukan verifikasi informasi, Kanal Cek Fakta Liputan6.com menyatakan terus memberikan literasi media kepada masyarakat. Kanal ini aktif sejak 2018, bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) sejak 2 Juli 2018, menjadi partner Facebook, serta menjadi bagian dari inisiatif cekfakta.com.

