Real Madrid kembali terlibat polemik perwasitan setelah pertandingan La Liga melawan Girona di Santiago Bernabeu. Insiden yang menimpa Kylian Mbappe pada menit ke-87 menjadi pemicu utama kemarahan klub.
Dalam momen tersebut, Mbappe terjatuh di dalam kotak penalti usai berduel dengan Vitor Reis. Penyerang asal Prancis itu sempat terkapar di lapangan dengan pelipis berdarah. Tayangan ulang memperlihatkan sikut Reis mengenai kepala Mbappe dengan keras.
Namun, wasit di lapangan tidak memberikan penalti. Real Madrid menilai wasit Javier Albarruela Rojas gagal melihat pelanggaran yang dianggap jelas terjadi di area terlarang, terutama karena Mbappe disebut terkena pukulan di wajah pada situasi krusial.
Sumber internal klub menyebut insiden itu sebagai salah satu penalti paling jelas sepanjang musim. Karena itu, manajemen Real Madrid dikabarkan tengah menyiapkan permintaan resmi untuk mengakses rekaman audio VAR guna mengetahui bagaimana peristiwa tersebut ditinjau di ruang kontrol oleh ofisial VAR, Trujillo Suarez, serta dasar keputusan yang diambil.
Langkah meminta penjelasan terkait VAR bukan kali pertama dilakukan Real Madrid. Pada Februari tahun lalu, klub juga pernah mengajukan permintaan serupa menyusul tekel kontroversial terhadap Mbappe saat menghadapi Espanyol.
Insiden yang membuat wajah Mbappe berdarah cepat menyebar di media dan media sosial, memunculkan kritik terhadap keputusan wasit. Sorotan juga diarahkan pada siaran resmi pertandingan yang disebut tidak menampilkan tayangan ulang, sesuatu yang menurut pihak klub tidak pantas untuk level kompetisi seperti La Liga.
Dalam perkembangan lain, disebutkan bahwa Florentino Perez menyaksikan kejadian tersebut dan meyakini sistem perwasitan di Spanyol bermasalah. Sejumlah media di Madrid bahkan menilai kontroversi ini sebagai bagian dari pola kesalahan yang dinilai merugikan klub.
Real Madrid juga dikabarkan mulai mempertanyakan integritas kompetisi di bawah kepemimpinan Javier Tebas, terutama ketika musim memasuki fase yang kian menentukan. Meski begitu, klub mengakui persoalan mereka tidak semata terkait perwasitan, karena performa tim di liga domestik juga menjadi perhatian.

