JAKARTA — Investortrust menggelar The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi yang dinilai memiliki integritas tinggi dalam mengungkapkan data emisi dan upaya pengurangannya. Ajang ini menekankan bahwa daya saing perusahaan di tengah krisis iklim tidak hanya ditentukan oleh kinerja finansial, tetapi juga oleh tanggung jawab dan kejujuran atas jejak emisi yang dihasilkan.
CEO Investortrust Primus Dorimulu menilai transparansi data emisi telah menjadi bagian penting dari akuntabilitas dalam ekonomi rendah karbon. Menurutnya, percepatan transisi menuju net zero hanya dapat terjadi jika dunia usaha membuka diri dan menyampaikan data secara lengkap serta mudah diakses.
“Pengungkapan emisi bukan lagi sekadar kewajiban pelaporan, tetapi merupakan bentuk pernyataan sikap bahwa masa depan bisnis ditentukan oleh akuntabilitas lingkungan,” ujar Primus dalam sambutannya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Primus juga menekankan bahwa meskipun standar global seperti Global Reporting Initiative dan Greenhouse Gas Protocol telah tersedia, pembeda utama tetap terletak pada integritas perusahaan dalam menerapkannya. Ia berharap penghargaan ini mendorong korporasi menunjukkan bukti nyata, bukan sekadar pernyataan komitmen terkait keberlanjutan.
Dalam proses seleksi, Investortrust mengevaluasi 370 perusahaan pada tahap awal, yang terdiri dari 340 perusahaan publik dan 30 perusahaan privat. Dari jumlah tersebut, 318 perusahaan menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi, termasuk 76 perusahaan yang mengintegrasikan laporan keberlanjutan ke dalam laporan tahunan.
Untuk masuk nominasi, perusahaan harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2023 sebelum 31 Desember 2024, mencantumkan perhitungan emisi secara eksplisit, serta tidak terlibat dalam konflik hukum lingkungan yang serius. Investortrust menyatakan penilaian dilakukan berdasarkan data yang dipublikasikan oleh masing-masing perusahaan tanpa validasi ulang.
Proses penilaian berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama menilai kelengkapan pengungkapan emisi, verifikasi pihak ketiga, serta upaya penurunan emisi. Tahap kedua memasukkan dimensi tambahan, yakni inovasi, kesadaran korporasi terhadap lingkungan, dan efektivitas pengelolaan emisi. Skor gabungan dari kedua tahap digunakan untuk menentukan kategori penghargaan dan memilih penerima predikat tertinggi.
Hasilnya, sebanyak 95 korporasi meraih penghargaan “The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025” sesuai kategorinya. Dari kelompok penerima penghargaan tersebut, dewan juri menetapkan 10 perusahaan dengan predikat “Best of The Best” karena dinilai menunjukkan pencapaian menonjol, inovasi berkelanjutan, serta kontribusi aktif dalam pengurangan emisi karbon.
Menutup sambutannya, Primus mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung target pemerintah Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060. Ia menilai penghargaan ini dapat menjadi momentum bagi dunia usaha untuk memperkuat akuntabilitas lingkungan melalui keterbukaan data.

