Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor-Leste menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang perencanaan tata ruang serta sains data dan teknologi geospasial.
MoU ini ditujukan untuk mempererat kolaborasi dalam riset, pelatihan, asistensi teknis, serta pengembangan dan penerapan teknologi. Ruang lingkupnya mencakup pertukaran mahasiswa, pelaksanaan riset, penyediaan tenaga ahli, hingga penyelenggaraan program bersama pada bidang teknologi informasi geospasial, termasuk sistem informasi geografis (GIS), penginderaan jauh, dan kartografi.
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. menyatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari peran aktif ITB sebagai institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan melalui transfer pengetahuan dan inovasi teknologi.
Sementara itu, Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor-Leste, Gastao Francisco de Sousa, mengatakan kolaborasi ini mencerminkan komitmen kedua institusi untuk mendorong pembangunan yang ditopang sains dan teknologi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama tersebut dapat mempercepat pembangunan yang terarah dan berkelanjutan di Timor-Leste.
Dokumen MoU berlaku selama tiga tahun. Kesepakatan ini memuat prinsip saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional, serta ketentuan menjaga kerahasiaan data dan informasi yang dipertukarkan. Setiap proyek kolaboratif yang dijalankan di bawah payung MoU akan disesuaikan dengan ketersediaan dana dan memerlukan kesepakatan lanjutan dari kedua pihak.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap terbentuk ekosistem kolaborasi yang produktif antara akademisi dan pemerintah dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan berbasis bukti untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

