Jalan Protokol di Malang Sepi saat Pileg, Kendaraan Melaju Kencang hingga Mirip Arena Balapan

Jalan Protokol di Malang Sepi saat Pileg, Kendaraan Melaju Kencang hingga Mirip Arena Balapan

MALANG — Sejumlah jalan protokol di Kota Malang, Jawa Timur, tampak lengang pada hari pemungutan suara pemilu legislatif, Kamis. Kondisi tersebut membuat banyak kendaraan yang melintas melaju dengan kecepatan tinggi dan saling menyalip, sehingga suasana di beberapa ruas jalan menyerupai arena balapan.

Pantauan di sejumlah jalur protokol, seperti Jalan Ijen, Kawi, Semeru, Basuki Rachmad, J A Suprapto, Sumbersari, hingga Soekarno Hatta, menunjukkan kendaraan yang melintas cenderung memacu kecepatan karena lalu lintas lebih sepi dibanding hari biasa.

“Mumpung jalanan sepi. Kalau pada hari-hari biasa, jangankan untuk balapan dan berkecepatan tinggi, datang ke kantor tidak terlambat saja sudah syukur,” kata Arya, pengendara yang berdomisili di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Arya mengatakan, dalam setahun ada dua momen yang menurutnya kerap membuat jalan protokol lebih memungkinkan dijadikan ajang kebut-kebutan, yakni saat Idul Fitri dan Idul Adha, serta ketika ada pemilu atau pemilihan kepala daerah.

Sementara itu, sejumlah lokasi umum di Kota Malang juga terlihat sepi. Area seperti Alun-alun Merdeka, Taman Rekreasi Kota (Tarekot) Malang, stasiun kereta api, dan terminal tampak lengang, dengan hanya beberapa bus antarkota dalam provinsi yang terlihat beroperasi.

Berbeda dengan fasilitas umum yang cenderung sepi, sejumlah warung makan justru ramai pengunjung. Beberapa tempat yang disebut tetap dipadati antara lain warung rawon Rampal, soto lamongan, soto lombok, serta warung padang yang tetap buka pada hari pemungutan suara.

Salah seorang pengunjung warung rawon Rampal di Jalan Panglima Sudirman, Neyla Andrianti, mengaku memilih membeli makanan matang untuk sarapan karena harus datang pagi ke tempat pemungutan suara (TPS). “Lebih baik beli masakan matang saja untuk sarapan karena setelah mencentang pagi-pagi, kami langsung berangkat berlibur ke rumah saudara di Blitar yang dilanjutkan ke Kediri sehingga lebih simpel,” ujarnya.