Kabupaten Tanggamus Masuk Nominasi NGA 2026 Kategori Transparansi Tata Kelola Administrasi

Kabupaten Tanggamus Masuk Nominasi NGA 2026 Kategori Transparansi Tata Kelola Administrasi

Kabupaten Tanggamus, Lampung, meraih nominasi dalam kategori Top Regency in Transparency Administrative Governance (Kabupaten Terbaik dalam Transparansi Tata Kelola Administrasi) pada ajang National Governance Awards (NGA) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan pada 24 April 2025 di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, dan diterima langsung oleh Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi.

NGA 2026 diinisiasi Metro TV bersama Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman, serta kalangan akademisi dengan tema “Sinergi Nusantara Untuk Indonesia Emas”. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ajang tersebut. Ia menyebut penghargaan dapat menjadi penyemangat bagi kepala daerah untuk terus bekerja optimal bagi masyarakat. “Terlepas ada kepala daerah kita prihatin kena masalah hukum, banyak yang sudah bekerja keras untuk rakyatnya di tengah keterbatasan dan permasalahan yang kompleks. Terima kasih banyak kepada Media Group,” ujar Tito pada Jumat, 24 April 2025.

Secara geografis, Kabupaten Tanggamus berada di pesisir barat daya Provinsi Lampung dengan pusat pemerintahan di Kota Agung. Wilayah ini menghadap langsung ke Teluk Semaka dan memiliki lanskap yang beragam, mulai dari garis pantai, dataran rendah, kawasan pertanian, hingga perbukitan dan pegunungan. Gunung Tanggamus menjadi penanda geografis sekaligus identitas daerah yang turut melatarbelakangi nama kabupaten tersebut.

Sejarah administratif modern Tanggamus dimulai sejak peresmian berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997 pada 21 Maret 1997 sebagai hasil pemekaran dari Lampung Selatan. Sementara itu, catatan pemerintah setempat menyebut Kota Agung telah memiliki struktur pemerintahan pada akhir abad ke-19 pada masa kolonial Belanda, berdampingan dengan kehidupan masyarakat adat yang memegang struktur lima marga.

Dengan luas daratan sekitar 2.855,46 km² dan wilayah laut 1.799,50 km², total wilayah Tanggamus mencapai 4.654,98 km². Portal resmi pemerintah mencatat kabupaten ini terdiri dari 20 kecamatan dan 299 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 638.652 jiwa.

Topografi Tanggamus didominasi perbukitan dan pegunungan sekitar 40 persen, yang membentuk karakter pembangunan wilayah. Selain sebagai daerah pesisir, Tanggamus juga dikenal sebagai kawasan agraris dengan potensi pada sektor pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, hingga energi panas bumi serta pertambangan seperti emas, granit, dan marmer.

Di luar capaian NGA 2026, Tanggamus juga mencatat sejumlah penghargaan dalam beberapa tahun terakhir. Di bidang inovasi pemerintahan, daerah ini memperoleh pengakuan melalui Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri, termasuk pernah masuk kategori Kabupaten Sangat Inovatif, naik menjadi Kabupaten Terinovatif, dan pada 2023 kembali mempertahankan predikat Kabupaten Sangat Inovatif.

Pada BKN Award 2023, Kabupaten Tanggamus meraih tiga penghargaan: terbaik dalam implementasi NSPK Manajemen ASN, juara 1 implementasi manajemen ASN kategori perencanaan kebutuhan dan mutasi, serta juara 2 penerapan manajemen kinerja. Di sektor pertanian, Tanggamus meraih tujuh penghargaan Kartu Petani Berjaya (KPB) Award 2023 dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam perlindungan tenaga kerja, Tanggamus meraih Peringkat Pertama Anugerah Paritrana Award Tingkat Provinsi Lampung 2021, yang dikaitkan dengan kebijakan perlindungan sosial, termasuk pemberian jaminan sosial bagi 4.871 tenaga kontrak non-ASN serta 376 nelayan. Di bidang lingkungan hidup, Tanggamus memperoleh penghargaan Proklim Utama untuk kelima kalinya secara berturut-turut, serta mendapat apresiasi sebagai Anjungan Terinspiratif pada Pekan Raya Lampung 2023.

Di bawah kepemimpinan Bupati Moh. Saleh Asnawi dan Wakil Bupati Agus Suranto yang dilantik pada 20 Februari 2025, pemerintah daerah menyebut fokus transformasi pemerintahan dilakukan sejak awal masa jabatan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah percepatan penyelesaian tunggakan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu. “Langkah awal saya, dalam waktu tiga bulan BPJS harus segera diselesaikan supaya masyarakat bisa terjamin kesehatannya,” ujar Saleh Asnawi.

Inisiatif tersebut disebut membawa Tanggamus mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga menitikberatkan penguatan kualitas pendidikan dan pembangunan infrastruktur melalui strategi kolaborasi lintas sektoral.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga melaporkan capaian indikator makro pada tahun pertama kepemimpinan saat ini. Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 10,10 persen dari 10,58 persen. Indeks Gini berada di angka 0,222, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,44 persen.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Tanggamus dilaporkan mencapai 4,87 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Realisasi investasi disebut menembus Rp1,93 triliun, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 tercatat Rp119,4 miliar.