Manokwari — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare S.I.K. meninjau pelaksanaan Tes Computer Assisted Test (CAT) psikologi dalam rangka penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di SMK Negeri 1 Manokwari, Selasa (28/04).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Dalam pelaksanaan tes ini, sebanyak 361 peserta dari berbagai wilayah di Papua Barat mengikuti ujian yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Sejumlah pejabat dan unsur pengawas turut hadir, di antaranya Karo SDM, Dirkrimum, Kabid Propam, Kabag Psikologi, pengawas internal, panitia penerimaan Bintara Polri T.A. 2026, serta para peserta seleksi.
Saat meninjau ruang ujian, Kapolda memantau teknis pelaksanaan tes dan berdialog dengan peserta. Ia menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam proses penerimaan anggota Polri.
“Kami ingin memastikan bahwa proses ini benar-benar adil dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos berdasarkan kemampuan dan prestasi,” ujar Irjen Pol Alfred Papare di sela-sela pemantauan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan S.I.K., M.H. menyatakan tes CAT psikologi merupakan salah satu tahapan penting seleksi penerimaan Bintara Polri yang dilaksanakan secara profesional dan berbasis teknologi.
Menurutnya, penggunaan sistem CAT dapat meminimalisir potensi kecurangan karena proses berlangsung terkomputerisasi dan hasilnya dapat diketahui secara objektif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi jalannya proses seleksi ini agar tetap berjalan sesuai prinsip BETAH serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” kata Gadug.

