JAKARTA – Inisiatif KESGI Dashboard resmi diluncurkan sebagai platform untuk menghimpun dan menganalisis data Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan tercatat di pasar saham Indonesia. Kehadiran platform ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ESG melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta penilaian berbasis panel ahli.
Co-founder dan CEO Katadata Metta Dharmasaputra menyampaikan bahwa penguatan sektor terkait ekonomi hijau dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyatakan, tanpa sektor tersebut sebagai pendorong baru, target pertumbuhan akan sulit dicapai.
Pernyataan itu disampaikan Metta dalam forum “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau” yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4).
Metta menjelaskan, pengembangan KESGI berangkat dari keyakinan bahwa ekonomi hijau dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%. Namun, ia mengakui penerapan ESG di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan data kuantitatif, keterbatasan sumber daya manusia, serta tingginya biaya pengumpulan data.
Sementara itu, Co-founder dan Chief Content Officer Katadata Heri Susanto mengatakan KESGI Dashboard dirancang untuk menyederhanakan data ESG menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan relevan bagi pengambilan keputusan.
Menurut Heri, platform tersebut menggunakan metodologi berbasis standar global yang diselaraskan dengan regulasi nasional. Cakupan penilaiannya mencakup tiga pilar ESG, 15 topik, dan lebih dari 100 indikator.

