Ketua DPRD Kota Batu HM Didik Subianto menekankan pentingnya transparansi dalam proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu yang kini memasuki tahap krusial. Ia meminta seluruh tahapan seleksi, mulai dari assessment center hingga wawancara, dijalankan secara terbuka kepada publik.
Didik Subianto, yang akrab disapa Kaji Bianto, menyampaikan penekanan itu setelah diumumkannya enam kandidat yang lolos seleksi administrasi. Menurutnya, keterbukaan diperlukan untuk memastikan sosok Sekda terpilih memiliki kapasitas, profesionalisme, dan integritas.
“Posisi Sekda adalah jenderal ASN. Kita butuh sosok yang tidak hanya cakap secara administratif, tapi juga memiliki profesionalisme tinggi dan integritas yang tidak perlu diragukan lagi. Oleh karena itu, transparansi dan keterbukaan pada publik dalam setiap tahapan seleksi adalah harga mati,” ujar Kaji Bianto, Rabu (6/5).
Berdasarkan data Panitia Seleksi (Pansel), enam kandidat yang bersaing adalah Akhmad Dahlan, Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, Bangun Yulianto, Endro Wahjudi, dan Mohammad Nur Adhim. Kaji Bianto menilai keenamnya merupakan figur yang memiliki rekam jejak di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Meski demikian, ia mengingatkan Pansel agar tetap objektif, terutama saat memasuki tahap uji gagasan dan wawancara yang dijadwalkan pada 18 Mei. Politisi PKB itu juga menegaskan harapannya agar Pansel bekerja independen tanpa intervensi dari pihak mana pun.
“Keenam kandidat ini adalah pejabat-pejabat senior. Kami di legislatif berharap Pansel bekerja secara independen tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Hasil dari seleksi ini akan menentukan arah birokrasi Kota Batu ke depan,” katanya.
Kaji Bianto menilai tantangan Kota Batu ke depan semakin kompleks, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan pariwisata, hingga penguatan ekonomi kreatif. Karena itu, Sekda yang terpilih diharapkan mampu menjadi penghubung yang harmonis antara eksekutif dan legislatif, serta mampu menerjemahkan kebijakan kepala daerah secara cepat dan tepat sasaran.
“Kami ingin Sekda yang bisa menerjemahkan kebijakan kepala daerah dengan cepat dan tepat sasaran. Rakyat Batu butuh aksi nyata, dan itu dimulai dari birokrasi yang bersih dan dipimpin oleh orang yang tepat (the right man on the right place),” ujarnya.
Sesuai jadwal yang dirilis BKPSDM, peserta yang lolos akan mengikuti rangkaian tes pada Mei 2026, yakni Uji Kompetensi Manajerial dan Sosio Kultural pada 11 Mei di BKD Jawa Timur, Uji Gagasan dan Wawancara pada 18 Mei di Balai Kota Among Tani, serta Tes Kesehatan pada 21 Mei di RSUD Karsa Husada.
Di akhir pernyataannya, Kaji Bianto mengimbau masyarakat turut memantau proses seleksi agar tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkot Batu berjalan sehat. “Mari kita kawal bersama agar proses ini melahirkan pemimpin birokrasi yang benar-benar bisa mengabdi untuk kemajuan Kota Batu,” katanya.

