Ketua KPU: Pemilu Jangan Menjadi Instrumen Kekerasan

Ketua KPU: Pemilu Jangan Menjadi Instrumen Kekerasan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengingatkan agar pemilu tidak menjelma menjadi instrumen kekerasan. Menurut dia, pemilu pada hakikatnya merupakan arena konflik untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan yang dianggap legal dan sah, namun konflik tersebut tidak semestinya muncul ke permukaan dalam bentuk kekerasan.

Pernyataan itu disampaikan Hasyim dalam acara Silaturrahim Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai yang diikuti organisasi kemasyarakatan serta majelis lintas agama di Indonesia, Selasa (16/1/2024).

“KPU mengajak kita semua untuk memaknai Pemilu sebagai arena konflik untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan yang dianggap legal dan sah,” kata Hasyim.

Ia menekankan, perebutan kekuasaan dalam pemilu tidak boleh diwujudkan melalui kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal.

Hasyim juga menyinggung bahwa hampir setiap penyelenggaraan pemilu kerap diwarnai kekerasan verbal. Belakangan, bentuk yang banyak terjadi antara lain penyebaran berita bohong (hoaks) dan fitnah.