Pemerintah menjadikan tata ruang laut sebagai salah satu strategi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia. Direktur Perencanaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dr. Ir. Subandono Diposaptono, M.Eng., mengatakan tata ruang laut diperlukan untuk menjamin kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Subandono saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional “Sinergitas Teknologi, Hukum, dan Kebijakan Bidang Perikanan dan Kelautan Menuju Kedaulatan Pangan di era MEA” yang digelar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran di Bale Atikan (Unpad Training Center), Jalan Ir. H. Djuanda 4 Bandung, Kamis (17/11).
Menurut Subandono, tata ruang laut berperan menghadirkan kekuatan hukum dalam pemanfaatan ruang di laut. Ia menekankan bahwa makna “kedaulatan” yang dimaksud tidak hanya terkait wilayah, melainkan juga kedaulatan pangan. Selain itu, tata ruang laut disebut turut menjamin keberlanjutan, termasuk keberlanjutan sumber daya alam dan profesi kemaritiman.
“Untuk memberikan kekuatan hukum pemanfaatan ruang di laut, supaya punya kepastian hukum, baik masyarakat maupun yang melakukan investasi,” ujar Subandono saat menjelaskan fungsi tata ruang laut.
Ia menilai, selama ini kerap terjadi konflik pemanfaatan ruang laut dan penggunaan sumber daya laut yang tidak sesuai. Karena itu, ia menekankan pentingnya tata ruang laut yang dikelola secara terpadu.
Subandono juga menjelaskan bahwa ke depan pihak yang akan memanfaatkan atau berkegiatan di laut perlu memiliki izin lokasi. Ia menyebut izin lokasi didasarkan pada rencana tata ruang laut atau rencana zonasi yang diatur dalam undang-undang, agar setiap kegiatan berjalan sesuai peruntukannya.
Seminar nasional tersebut dibuka oleh Dekan FPIK Unpad, Dr. Ir. Iskandar, M.Si. Selain Subandono, seminar menghadirkan pembicara Dr. Chay Asdak dari Unpad, Dr. Hefni Effendi dari Institut Pertanian Bogor, dan Hendra Sugandhi dari Asosiasi Tuna Indonesia.
Lebih dari 150 peserta mengikuti seminar ini untuk presentasi oral dan poster. Peserta berasal dari berbagai institusi di seluruh Indonesia, terdiri atas akademisi, praktisi, serta pemerhati bidang perikanan dan kelautan.

