Klaim yang menyebut Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus, mengalami kebutaan permanen beredar di media sosial pada April 2026, di tengah proses penyelidikan kasus penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh empat anggota TNI.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut dinyatakan keliru dan perlu diluruskan. Informasi mengenai “buta permanen” itu disebarkan oleh sejumlah akun Facebook.
Perkembangan kondisi Andrie sebelumnya disampaikan aktivis HAM Fatia Maulidiyanti pada Rabu, 18 Maret 2026, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dalam konferensi pers di Gedung HDI Hive, Menteng, Jakarta Pusat, Fatia menyatakan mata Andrie masih dapat diselamatkan.
“Jadi mata Andrie masih bisa diselamatkan, dia tidak akan buta, dan kulitnya juga masih bisa diperbaiki,” ujar Fatia.
Kondisi terbaru Andrie kemudian disampaikan Koordinator Komisi Kontras Dimas Bagus Arya. Menurut Dimas, Andrie telah menjalani rangkaian operasi oleh tim dokter RSCM. Dari hasil diagnosis, Andrie mengalami luka bakar hingga 20 persen pada tubuh bagian kanan, sementara kornea mata kanannya mengalami kerusakan hingga 40 persen.
“Seperti yang tadi saya sampaikan di awal, yang baik mungkin kondisinya Andrie berangsur pulih,” kata Dimas, dikutip dari Kompas TV.
Dengan demikian, tidak ditemukan keterangan atau vonis dokter yang menyatakan Andrie Yunus mengalami kebutaan permanen.

