Klaim Menag Usul Kurban Cukup Uang Tanpa Sembelih Hewan Disebut Hoaks

Klaim Menag Usul Kurban Cukup Uang Tanpa Sembelih Hewan Disebut Hoaks

Sebuah narasi di media sosial yang menyebut Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengusulkan masyarakat tidak perlu menyembelih hewan kurban dan cukup menggantinya dengan uang dipastikan tidak benar. Informasi tersebut dinyatakan sebagai hoaks setelah dilakukan penelusuran terhadap sumber video yang beredar.

Narasi itu tersebar melalui unggahan di Facebook yang menampilkan video Nasaruddin sedang berpidato di podium. Dalam video tersebut tertera teks yang menyatakan bahwa pada Lebaran kurban masyarakat “tidak boleh menyembelih hewan” dan diminta “ganti uang”.

Hasil penelusuran menunjukkan, video tersebut berasal dari pidato Nasaruddin dalam acara Puncak Penutupan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah 2026. Video lengkapnya tayang di kanal YouTube Otoritas Jasa Keuangan pada 2 April 2026.

Dalam pidato itu, tidak ditemukan pernyataan Nasaruddin yang mengusulkan atau melarang masyarakat menyembelih hewan kurban. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan narasi yang beredar merupakan pemaknaan keliru terhadap pidato Menag.

“Tidak ada pernyataan Menag yang melarang praktik penyembelihan hewan kurban. Kementerian Agama memastikan praktik ibadah tetap berjalan seperti biasa,” kata Thobib dalam rilis di situs web Kemenag.

Nasaruddin memang menyinggung perlunya pengelolaan penyembelihan hewan kurban agar lebih tertata dan memberi manfaat lebih luas. Namun, hal itu tidak dimaksudkan untuk mengganti atau menghapus praktik ibadah kurban.

Dalam konteks kemudahan pelaksanaan, masyarakat yang menginginkan opsi lebih praktis disebut dapat menyalurkan kurban melalui lembaga profesional, misalnya Baznas. Penyaluran itu dapat dilakukan dalam bentuk hewan kurban maupun dana senilai hewan kurban.

Dengan demikian, klaim bahwa Menag mengusulkan kurban cukup uang tanpa penyembelihan hewan merupakan informasi keliru. Pernyataan yang disebarkan di media sosial tidak sesuai dengan isi pidato yang sebenarnya.