Klaim yang menyebut Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan penghina Nabi Muhammad dan Al Quran akan dihukum penjara selama lima tahun dinyatakan tidak benar. Informasi tersebut beredar di media sosial, disertai sebuah foto yang menampilkan Sanchez seolah memegang Al Quran.
Hasil penelusuran tidak menemukan keterangan valid bahwa Sanchez pernah mengumumkan kebijakan hukuman penjara lima tahun bagi penghina Nabi Muhammad dan Al Quran. Tidak ada pula informasi terkait klaim tersebut pada kanal media sosial milik Sanchez.
Penelusuran juga menemukan bantahan dari laman pemeriksa fakta Snopes yang menyatakan narasi tersebut merupakan kabar keliru. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Spanyol (Codigo Penal), tidak terdapat pasal yang secara spesifik menyebut penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Al Quran dihukum penjara lima tahun.
Meski demikian, Codigo Penal memuat ketentuan mengenai tindakan menghasut kebencian atau permusuhan terhadap kelompok-kelompok, termasuk kelompok agama. Untuk pelanggaran ini, terdapat ancaman hukuman penjara minimal satu tahun yang mulai berlaku sejak 1996. Pada 2015, Spanyol menaikkan hukuman maksimal untuk pelanggaran tersebut dari tiga tahun menjadi empat tahun penjara.
Sementara itu, foto yang digunakan dalam unggahan media sosial disebut merupakan hasil rekayasa. Gambar tersebut memanipulasi foto Sanchez dari laman Epaimages yang diambil saat ia membahas krisis energi akibat perang di Ukraina dalam konferensi pers di Slovakia pada 2022.
Pemeriksaan menggunakan Truth Scan menunjukkan foto yang menampilkan Sanchez memegang Al Quran memiliki probabilitas 83 persen dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).
Dengan demikian, narasi yang menyatakan Pedro Sanchez mengumumkan hukuman penjara lima tahun bagi penghina Nabi Muhammad dan Al Quran tidak didukung informasi yang valid, serta diperkuat oleh temuan bahwa foto yang menyertai klaim tersebut merupakan hasil manipulasi.

