JAKARTA — Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama merespons pernyataan akademisi Ubedillah Badrun yang menyebut pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai “beban bangsa”. Haris menilai pernyataan tersebut sarat opini politik dan disampaikan seolah-olah sebagai pandangan akademik.
“Jangan bungkus opini politis dengan jubah akademisi. Publik bisa membedakan mana kritik berbasis kajian, mana yang sekadar retorika,” ujar Haris Pertama, Minggu (12/4/2026).
Menurut Haris, penyebutan pemerintahan Presiden Prabowo dan Gibran sebagai “beban bangsa” merupakan generalisasi yang berlebihan dan tidak mencerminkan kedalaman analisis ilmiah.
Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah sah disampaikan, namun Haris menilai substansi kritik yang disampaikan Ubedillah berpotensi menyesatkan opini publik karena tidak disertai data serta kerangka analisis yang utuh.

