Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tenggara menjalin sinergi dengan Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka untuk mendorong penguatan keterbukaan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi. Kerja sama ini diawali melalui pertemuan audiensi sekaligus mematangkan rencana program “KI Goes to Campus”.
Delegasi KI Sultra diterima Rektor USN Kolaka Nur Ihsan HL yang didampingi Wakil Rektor III Qammaddin serta jajaran pimpinan universitas lainnya.
Komisioner KI Sultra Divisi Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi, Rahmawati, menyampaikan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan budaya keterbukaan informasi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga dapat berperan sebagai penggerak nilai transparansi dan akuntabilitas di masyarakat.
“Melalui program Goes to Campus, kami ingin mengedukasi mahasiswa agar memahami bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan praktik nyata yang harus diterapkan, baik dalam kehidupan akademik maupun sosial,” kata Rahmawati.
Selain menyasar mahasiswa, KI Sultra juga menekankan pembenahan tata kelola informasi internal kampus. Komisioner Divisi Penyelesaian Sengketa Informasi KI Sultra, Yustina Fendrita, menyebut pihaknya menyiapkan agenda pendampingan khusus bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) USN Kolaka.
Pendampingan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan informasi di kampus agar lebih informatif, responsif, dan akuntabel. “Kami ingin memastikan USN Kolaka mampu memenuhi standar layanan informasi yang transparan bagi publik, selaras dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Yustina.
Pertemuan itu juga membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama kedua lembaga. Penjajakan ini diharapkan menjadi komitmen jangka panjang dalam meningkatkan literasi informasi di lingkungan kampus secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, USN Kolaka diharapkan dapat menjadi salah satu perguruan tinggi pelopor keterbukaan informasi di Sulawesi Tenggara, sekaligus membangun layanan informasi yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan publik.

