Kompolnas Tekankan Transparansi Seleksi Taruna Akpol di Polda Jatim

Kompolnas Tekankan Transparansi Seleksi Taruna Akpol di Polda Jatim

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menegaskan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda Jawa Timur. Penekanan ini disampaikan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan akuntabel serta bebas dari kecurangan dan pelanggaran hukum.

Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengatakan tim Kompolnas meninjau langsung pelaksanaan tes seleksi Akpol di SMKN 5 Surabaya. Menurutnya, pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada celah kecurangan dalam proses seleksi.

Anam menjelaskan mekanisme rekrutmen Polri saat ini bersifat partisipatif, baik dengan melibatkan masyarakat maupun peserta seleksi. Ia menyebut keterlibatan peserta menjadi bagian penting dari pengawasan karena sistem seleksi bersifat terbuka.

Dalam peninjauan tersebut, Kompolnas juga memastikan prosedur dijalankan sesuai aturan, mulai dari keterbukaan informasi hingga pencegahan potensi kecurangan. Anam mencontohkan upaya pencegahan dilakukan dengan memastikan peserta tidak membawa alat elektronik dan seluruh barang disimpan di satu tempat yang dapat dilihat bersama.

Selain itu, hasil tes disebut dapat langsung diketahui peserta setelah ujian selesai. Anam menyatakan peserta dapat menyampaikan komplain kepada panitia apabila menemukan hal yang dipersoalkan.

Anam juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan menjadi anggota Polri dengan imbalan uang. Ia meminta agar praktik semacam itu dilaporkan.

Menurut Anam, kualitas proses rekrutmen akan menentukan kualitas institusi Polri ke depan. Ia menilai kepolisian yang baik harus diawali dari proses penerimaan yang baik, dengan individu-individu berkualitas.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno menyampaikan bahwa tes psikologi calon taruna Akpol diikuti 276 peserta. Ia menyebut tes tersebut merupakan bagian awal rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2026.

Sih Harno mengatakan pelaksanaan tes psikologi dilakukan dalam satu hari dan akan dilanjutkan dengan tahapan berikutnya untuk seleksi Bintara dan Tamtama. Ia menambahkan proses seleksi diawasi secara internal oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), serta tim psikologi, dan juga melibatkan pengawasan eksternal dari Kompolnas.

Ia berharap pelaksanaan tes berjalan baik sesuai prinsip BETAH yang dianut dalam rekrutmen Polri, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.