Koperasi Lapas Perempuan Tangerang Gelar RAT Tahun Buku 2025, SHU dan Pendapatan Dilaporkan Naik

Koperasi Lapas Perempuan Tangerang Gelar RAT Tahun Buku 2025, SHU dan Pendapatan Dilaporkan Naik

Tangerang — Koperasi Konsumen Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Selasa, 8 April 2026, di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang. Rapat ini menjadi ajang evaluasi kinerja koperasi sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.

RAT kali ini merupakan pelaksanaan pertama sejak terbentuknya kepengurusan baru. Kegiatan juga berlangsung setelah perubahan nomenklatur koperasi yang diproses sejak 30 Maret 2026 dan telah disahkan melalui notaris.

Sekretaris PKPRI Tangerang Raya, Edi Supriatna, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pengurus dan pengawas baru. Ia menilai terdapat peningkatan, terutama pada perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU). Edi juga menyoroti pengembangan usaha koperasi, termasuk inovasi pengelolaan usaha daur ulang yang disebut turut berkontribusi pada peningkatan pendapatan.

Menurut Edi, RAT merupakan forum tahunan yang strategis bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kritik secara terbuka kepada pengurus dan pengawas demi kemajuan koperasi.

Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang pada Bagian Pengawasan Koperasi, Ahmad Husaeri, menegaskan RAT merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Ia menyebut forum ini menjadi sarana untuk mengevaluasi kinerja usaha dan laporan keuangan, sekaligus menentukan arah koperasi. Ahmad juga menyampaikan apresiasi atas capaian SHU pada tahun buku tersebut.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa RAT merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota, sekaligus sarana evaluasi dan wujud transparansi pengelolaan koperasi.

Usai pembukaan, Ketua Koperasi Nunik TH membacakan laporan pertanggungjawaban. Dalam laporan itu disampaikan tren kinerja koperasi dinilai positif, dengan jumlah anggota meningkat dari 108 orang menjadi 113 orang.

Dari sisi keuangan, perbandingan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) dengan realisasi Tahun 2025 mencatat kenaikan pendapatan sebesar 2,47% serta penurunan biaya sebesar 2,1%. Sementara itu, SHU dilaporkan meningkat 8,4% dari tahun 2024 ke tahun 2025.

Pada aspek usaha, koperasi melakukan penyesuaian dengan mengurangi usaha di bidang kacamata dan menambah kegiatan usaha melalui penyisihan jasa kantin sebagai langkah untuk meningkatkan pendapatan.

Setelah laporan pertanggungjawaban, pengawas Nuning Sukma menyampaikan laporan hasil pengawasan selama Tahun Buku 2025. Dalam paparannya, pengawas memberikan catatan dan rekomendasi untuk memperkuat tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel.

Rapat dipimpin oleh Suhartono dan berlangsung tertib serta terbuka. Anggota diberi kesempatan menyampaikan pendapat, saran, dan masukan sebagai bentuk partisipasi dalam pengembangan koperasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize kepada anggota sebagai apresiasi atas partisipasi. Melalui RAT ini, koperasi diharapkan terus berkembang secara profesional dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota.