Langkah Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari yang menggunakan konferensi pers untuk menyampaikan progres dan akuntabilitas program prioritas pemerintah dinilai positif. Upaya tersebut dianggap membantu publik memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai pelaksanaan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai konferensi pers menunjukkan peran strategis Kantor Staf Presiden (KSP) dalam menjaga narasi di ruang publik sekaligus memastikan informasi yang disampaikan bersifat utuh, akurat, dan berbasis data.
“Ini bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Publik perlu mengetahui apa yang sudah dikerjakan pemerintah, bagaimana pengawasannya, serta implementasi kebijakan di lapangan,” ujar Trubus dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut Trubus, konferensi pers tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mengendalikan isu-isu strategis di ruang publik. Dalam konteks itu, KSP dinilai dapat menjalankan fungsi pengawalan program prioritas lintas kementerian dan lembaga.
Ia juga menekankan pentingnya akuntabilitas, khususnya terkait penggunaan anggaran negara. Trubus mencontohkan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi perhatian publik, sehingga memerlukan penjelasan terbuka agar tidak memunculkan spekulasi.
“Akuntabilitas anggaran harus dijelaskan secara terbuka. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah,” lanjutnya.
Selain itu, Trubus mendorong agar komunikasi publik pemerintah melibatkan kalangan akademisi dan teknokrat yang dinilai memiliki kredibilitas di mata masyarakat. Dengan begitu, pesan kebijakan diharapkan dapat diterima secara lebih objektif.
“Publik perlu mendapatkan informasi yang utuh, tidak hanya capaian, tetapi juga tantangan dan hambatan. Di situlah kepercayaan publik bisa dibangun,” tutupnya.

