Jakarta — Ruang belajar dapat menjadi area yang layak “diinvestasikan” untuk membantu meningkatkan produktivitas, salah satunya melalui perubahan dekorasi yang mendukung waktu kerja atau belajar agar lebih optimal.
Menurut pendiri dan CEO Green World Design, Rohana Sarah, ruang belajar kerap diperlakukan sebagai ruang yang tidak terpakai dan hanya digunakan saat diperlukan, alih-alih dirancang untuk menunjang fokus dan produktivitas. Ia menilai, tidak merancang dan mengoptimalkan ruang belajar dapat memengaruhi efisiensi, membuat pekerjaan terasa membosankan, serta menurunkan hasil kerja.
Sejumlah intervensi dekorasi praktis disebut dapat meningkatkan fokus kognitif dan mengurangi gangguan. Faktor seperti cahaya alami, ventilasi, serta penempatan ruang dalam tata letak rumah menjadi prasyarat agar ruangan berfungsi lebih baik. Berikut lima tips yang disarankan.
1. Manfaatkan cahaya alami
Pencahayaan langsung yang menyilaukan atau cahaya yang tidak konsisten dapat cepat menyebabkan kelelahan. Sarah menyarankan agar tata ruang kerja diatur supaya menerima cahaya alami yang menyebar, lalu dilapisi elemen peneduh agar ruang tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
2. Jaga kenyamanan termal
Sarah menyoroti ruangan yang menghadap ke barat dapat memanas secara tidak proporsional, terutama di rumah perkotaan. Ia menyarankan penempatan bukaan jendela dan pintu yang terlindung dari sinar matahari untuk mengurangi panas langsung dan membantu menstabilkan kondisi dalam ruangan tanpa bergantung pada pendingin mekanis.
Selain itu, ventilasi silang dapat dimanfaatkan untuk memungkinkan aliran udara alami agar ruangan tetap sejuk. Ia juga menyarankan penambahan zona penyangga berupa penanaman di bagian luar.
3. Kurangi kepadatan visual
Kekacauan visual seperti rak terbuka, penggunaan banyak material, serta finishing berkontras tinggi dinilai dapat menciptakan gangguan tingkat rendah yang terus-menerus. Untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan mendukung fokus berkelanjutan, Sarah menyarankan penggunaan palet material yang terbatas serta sistem penyimpanan tertutup.
4. Atur orientasi meja
Meja kerja disarankan ditempatkan pada titik pandang yang tenang dan stabil. Hindari menghadap interior yang berantakan atau dinding kosong karena dapat meningkatkan kelelahan visual.
Sarah menyarankan memilih pemandangan yang sederhana seperti jendela dengan cahaya alami lembut, dinding berwarna kalem, atau tepi balkon dengan tanaman. Penataan meja yang rapi juga dapat membantu relaksasi tanpa mengganggu konsentrasi selama jam kerja yang panjang.
5. Perhatikan akustik
Untuk meredam suara, Sarah menyarankan penggunaan elemen bersentuhan lembut seperti karpet, tirai, furnitur berlapis, atau dinding dengan material yang dapat mengurangi pantulan suara. Permukaan keras dapat memperkuat suara dan memengaruhi konsentrasi.
Jika diperlukan, panel dinding dapat ditambahkan untuk menyerap suara dan menstabilkan lingkungan belajar atau kerja.

