Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mempercepat digitalisasi sistem pembayaran non tunai sebagai upaya memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan modern. Komitmen ini ditandai dengan kerja sama resmi antara Pemkab Lombok Barat dan PT Easybook yang digelar di Ruang Rapat Senggigi, Rabu, 8 April 2026.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran unsur pimpinan daerah dan OPD disebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital pada sektor pelayanan publik.
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan penerapan sistem pembayaran non tunai menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, langkah ini relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas layanan publik.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini, karena tujuan kita sama, yaitu mengurangi transaksi tunai dan mendorong penggunaan non tunai, yang memang sedang kita gerakkan saat ini,” kata Zaini.
Ia juga menilai digitalisasi pembayaran dapat menjadi fondasi penting untuk menutup celah kebocoran anggaran yang berpotensi muncul dalam transaksi berbasis tunai. Karena itu, ia meminta unit-unit pelayanan di Lombok Barat memperluas penggunaan sistem non tunai.
“Semua unit pelayanan di Lombok Barat harus sebanyak mungkin menggunakan sistem non tunai, karena transaksi tunai berpotensi menimbulkan kebocoran di berbagai lini,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Lombok Barat menyiapkan pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan sistem digital. Salah satu langkah yang disampaikan adalah kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjadikan Pelabuhan Senggigi sebagai pintu masuk utama wisatawan.
Menurut Zaini, kebijakan tersebut diarahkan untuk mengubah pola kunjungan wisata yang sebelumnya langsung menuju Gili di Kabupaten Lombok Utara dari Bali, menjadi terpusat melalui Senggigi sebagai gerbang utama.
“Nantinya wisatawan yang ingin ke Gili di Kabupaten Lombok Utara tidak lagi langsung dari Bali, tetapi harus masuk melalui satu pintu, yaitu Pelabuhan Senggigi. Ini yang sedang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB,” jelasnya.
Dengan strategi itu, kawasan Senggigi diproyeksikan tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tidak hanya bertumpu pada pariwisata, tetapi juga didukung sistem transaksi digital yang dinilai lebih modern dan transparan. Pemerintah daerah meyakini sinergi digitalisasi pembayaran dan penguatan pariwisata dapat mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan berdaya saing.
“Langkah ini adalah bagian dari upaya besar kita untuk membangun Lombok Barat yang maju, transparan, dan siap menghadapi era digital,” kata Zaini.

