Mahasiswa PSDKU UB Kediri Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus, Tuntut Transparansi Pengusutan Kasus

Mahasiswa PSDKU UB Kediri Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus, Tuntut Transparansi Pengusutan Kasus

Puluhan mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus di Bundaran Sekartaji, Kediri, Jumat (10/4) sore. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut keadilan serta transparansi dalam pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS yang diduga melibatkan empat prajurit TNI dari kesatuan BAIS.

Mahasiswa yang hadir tampak mengenakan almamater kampus dan membawa spanduk serta poster berisi tuntutan. Salah satu tuntutan utama mereka adalah agar proses pengusutan kasus dibawa ke peradilan umum.

Koordinator aksi, Pramukya Nagata Pragiwaksana, menyampaikan bahwa para mahasiswa meminta hak-hak peradilan ditegakkan dan mendorong agar perkara tidak ditangani melalui peradilan militer. “Kami menuntut bagaimana hak-hak peradilan harus ditegakkan. Kami ingin membawa dari peradilan militer menuju ke peradilan umum,” ujarnya.

Pramukya menilai penanganan perkara melalui peradilan umum akan lebih adil dan transparan karena masyarakat dapat melihat langsung proses persidangan dan mengawal hingga putusan. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda jika perkara diproses di peradilan militer yang dinilai cenderung lebih tertutup.

Dalam aksi itu, sekitar 70 mahasiswa tiba di Bundaran Sekartaji sekitar pukul 16.30. Setibanya di lokasi, massa membentuk formasi lingkaran dan membentangkan banner bertuliskan “Bebaskan Tapol”. Mereka juga membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan “Menyiram air keras ke aktivis adalah cara pengecut melawan pemberani” serta “Tolak revisi UU TNI”, dan sejumlah tuntutan lainnya.