Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meluruskan narasi yang beredar di media sosial tentang rencana penutupan jaringan minimarket demi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menutup minimarket yang sudah beroperasi.
Narasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook yang mengklaim Mendes akan menutup minimarket untuk memberi ruang bagi Kopdes Merah Putih. Klaim itu kemudian ditelusuri dan dinyatakan keliru.
Isu penutupan minimarket bermula dari rapat antara Mendes dan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 12 November 2025. Dalam rapat itu, Yandri mengusulkan pembatasan izin pembukaan minimarket modern sebagai upaya menghentikan dominasi.
Namun, usulan tersebut dimaknai seolah pemerintah akan menutup seluruh minimarket. Menurut klarifikasi Yandri, yang dimaksud adalah penghentian penerbitan izin minimarket baru, bukan penutupan gerai yang telah berjalan.
“Jika Koperasi Desa Merah Putih ini sudah berjalan, artinya ia juga termasuk retail modern. Maka retail modern lain, salah satunya Alfamart dan Indomaret, sebaiknya izin barunya tidak lagi dikeluarkan oleh pemda atau pihak terkait,” ujar Yandri kepada wartawan di Serang, Selasa (24/2/2026).
Ia kembali menegaskan bahwa minimarket yang sudah ada tetap dapat beroperasi. “Yang sudah ada silakan tetap berjalan. Kami tidak pernah mengatakan akan menutup Alfamart atau Indomaret yang sudah ada,” kata Yandri.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Mendes akan menutup minimarket demi Kopdes Merah Putih merupakan informasi keliru. Yang diusulkan adalah pembatasan izin untuk pembukaan minimarket baru, sementara gerai yang telah beroperasi tidak akan ditutup.

