Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M melalui penguatan digitalisasi, transparansi, serta pengawasan menyeluruh.
Dalam transformasi layanan, Kementerian Haji dan Umrah melakukan soft launching aplikasi Persiapan Haji yang disebut telah hampir mencapai 100 persen penyempurnaan. Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan jemaah melalui sistem layanan berbasis digital.
Kemenhaj juga menghadirkan inovasi berupa Aplikasi Haji dan Umrah Store. Aplikasi ini ditujukan untuk memudahkan jemaah memenuhi kebutuhan selama beribadah, tanpa harus terganggu oleh urusan logistik maupun belanja oleh-oleh.
“Aplikasi Haji dan Umrah Store kami hadirkan agar jemaah tidak terbagi fokusnya pada urusan belanja oleh-oleh dan logistik. Dengan demikian, jemaah dapat lebih khusyuk beribadah, sementara kebutuhan lainnya tetap terfasilitasi dengan baik,” kata Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan, Kamis (9/4).
Untuk mendukung kelancaran mobilitas jemaah di Arab Saudi, distribusi kartu Nusuk juga direncanakan dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan kendala yang selama ini terjadi di lapangan.
Selain digitalisasi, Menhaj menekankan pentingnya transparansi dalam setiap pengambilan kebijakan, termasuk dalam proses pemilihan vendor layanan bagi jemaah haji.
Dari sisi pengawasan, Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR RI disebut terus melakukan evaluasi langsung di lapangan. Jika ditemukan fasilitas yang tidak layak, seperti hotel yang tidak memenuhi standar, koordinasi hingga penggantian akan segera dilakukan.
Gus Irfan menegaskan berbagai persoalan pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya tidak boleh terulang. Isu yang menjadi perhatian antara lain terpisahnya anggota keluarga, keterlambatan distribusi kartu Nusuk, layanan konsumsi pada hari tasyrik, hingga transportasi jemaah.
“Permasalahan tersebut harus menjadi perhatian serius. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai bagian dari ibadah.

