Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan Lailatul Ijtima dan Halal Bihalal di Aula KH Hasyim Asy’ari, Gedung MWCNU Bungah, Gresik, Rabu (8/4/2026) malam. Di tengah agenda rutin keagamaan tersebut, pengurus MWCNU Bungah menekankan arah pembenahan organisasi menuju tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan mandiri secara finansial.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah, KH Alauddin, menyampaikan laporan organisasi di hadapan ratusan jamaah dengan memaparkan data dan capaian secara terbuka. Salah satu yang disoroti adalah perolehan donasi kegiatan Lailatul Kopdar yang mencapai Rp 15 juta.
Dalam laporannya, KH Alauddin menyebutkan sisa saldo kegiatan tersebut sebesar Rp 3.953.000 yang akan dikelola secara terbuka untuk kemaslahatan umat. Ia menegaskan capaian itu merupakan hasil dari kepercayaan warga Nahdliyin, sekaligus bentuk pertanggungjawaban agar dana yang dihimpun dapat kembali untuk kepentingan dakwah dan sosial.
Transparansi juga disampaikan pada aspek penguatan sumber daya manusia. KH Alauddin memaparkan pemetaan kader di wilayah MWCNU Bungah, termasuk catatan bahwa masih terdapat delapan ranting yang belum memiliki kader penggerak. Selain itu, ia menyebut ada 15 ranting Ansor yang belum mengirimkan utusan untuk pelatihan PD-PKPNU yang dijadwalkan pada 26–28 Juli mendatang.
Menurutnya, keterbukaan data tersebut dimaksudkan untuk memacu semangat perbaikan dan kompetisi positif antar-ranting. Ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan agar organisasi tidak hanya besar secara nama, tetapi juga kuat hingga tingkat akar rumput.
Aspek akuntabilitas turut disampaikan melalui laporan KBIHU. Pengurus mencatat kenaikan jumlah Calon Jamaah Haji (CJH) dari 160 menjadi 180 orang, yang direspons dengan kesiapan manajemen pendampingan. Pengurus juga menyampaikan rencana pendampingan bagi jamaah di Kloter 42 dan 46, termasuk pengelolaan layanan ibadah seperti umrah harian hingga istighosah di tanah suci secara profesional dan kolektif.
Dalam sesi mauidhah hasanah, Pj Rais Syuriyah MWCNU Bungah, KH Ir. Hamdan, memberikan penekanan bahwa keikhlasan dalam mengurusi NU perlu dibarengi kerja nyata yang terukur. Ia menilai tantangan ke depan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memastikan kehadiran NU secara nyata dalam bidang ekonomi, pendidikan melalui Ma’arif, serta layanan sosial melalui LAZISNU.
KH Ir. Hamdan juga mendorong agar unit usaha dan lembaga, mulai dari pembangunan kantor hingga operasional rumah sakit dan masjid NU, dikelola dengan prinsip kebermanfaatan yang luas. Ia menutup pesannya dengan menegaskan bahwa pengorbanan pikiran, tenaga, dan harta untuk jalan Allah akan mendapat balasan setimpal.
Rangkaian acara diawali dengan Shalat Ghaib yang dipimpin KH Rofiqul Amin dan ditutup doa oleh KH Yakub. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan seluruh Pengurus Ranting se-Kecamatan Bungah, lembaga, dan badan otonom MWCNU Bungah. Lebih dari 200 orang memadati Aula KH Hasyim Asy’ari.

