Nama Bank Daerah Kerap Dicatut untuk Hoaks Undian Berhadiah, Ini Contohnya

Nama Bank Daerah Kerap Dicatut untuk Hoaks Undian Berhadiah, Ini Contohnya

Sejumlah bank daerah kembali menjadi sasaran pencatutan nama dalam hoaks penipuan berkedok undian berhadiah. Informasi palsu semacam ini beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan, umumnya dengan narasi “pendaftaran gratis” serta iming-iming hadiah bernilai besar.

Berikut beberapa contoh hoaks undian berhadiah yang mencatut nama bank daerah, berdasarkan temuan cek fakta:

1. Hoaks tautan pendaftaran undian berhadiah Bank SulutGo

Sebuah unggahan di Facebook yang beredar sejak awal pekan ini mempromosikan “Mobile Banking Festival Berhadiah” untuk nasabah Bank SulutGo. Unggahan yang disebut diposting pada 10 Februari 2026 itu menyertakan ajakan untuk mendaftar melalui tautan tertentu dan menampilkan daftar hadiah, mulai dari mobil hingga ponsel dan paket umrah. Postingan tersebut juga menyebut pendaftaran tidak dipungut biaya.

Unggahan itu disertai tautan yang mengarah ke sebuah situs tertentu.

2. Klaim tidak benar link pendaftaran undian berhadiah Bank BPD DIY

Hoaks lain mencatut nama Bank BPD DIY melalui unggahan Facebook pada 16 April 2026. Dalam unggahan tersebut, warganet diajak mendaftar “Gebyar Undian Berhadiah” dengan narasi bahwa syaratnya saldo kelipatan Rp 5–10 juta, disertai daftar hadiah seperti mobil, tiket umrah, sepeda motor, dan gawai.

Unggahan tersebut memuat tombol atau menu pendaftaran. Saat diklik, pengguna diarahkan ke kolom di Facebook yang meminta data pribadi, termasuk nama, sisa saldo, dan nomor telepon.

3. Klaim tidak benar link pendaftaran undian berhadiah Bank Sulteng

Selanjutnya, klaim serupa juga mencatut nama Bank Sulteng. Unggahan Facebook yang disebut diposting pada 28 April 2026 itu menargetkan nasabah yang menggunakan layanan “Sulteng Mobile Bangking” dan mengajak pendaftaran undian berhadiah dengan menekankan bahwa prosesnya gratis.

Postingan tersebut menampilkan daftar hadiah besar, dari mobil hingga uang tunai, emas batangan, serta berbagai perangkat elektronik. Terdapat menu pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke halaman situs yang meminta data pribadi, seperti nama dan nomor WhatsApp.

Ketiga contoh di atas menunjukkan pola yang berulang: unggahan berisi ajakan mendaftar undian, menyertakan tautan atau tombol pendaftaran, dan mengarahkan korban untuk memasukkan data pribadi.