Pemerintah Vietnam Setujui Tugas Penyusunan Rencana Tata Ruang Perkotaan Umum Khanh Hoa hingga 2050

Pemerintah Vietnam Setujui Tugas Penyusunan Rencana Tata Ruang Perkotaan Umum Khanh Hoa hingga 2050

Wakil Perdana Menteri Pham Gia Tuc menandatangani Keputusan No. 757/QD-TTg pada 28 April 2026 yang menyetujui tugas penyusunan rencana tata ruang perkotaan umum Provinsi Khanh Hoa hingga tahun 2050, dengan visi sampai 2075.

Wilayah perencanaan mencakup area daratan dengan luas alami sekitar 8.706,74 km2 serta area laut dengan batas terluar sejauh 6 mil laut dari garis air laut rendah rata-rata tahunan.

Kerangka waktu perencanaan dibagi dalam beberapa tahap, yakni jangka pendek hingga 2030 dan 2040, jangka panjang hingga 2050, serta visi pengembangan hingga 2075. Melalui rencana ini, pemerintah menargetkan pembangunan dan pengembangan Khanh Hoa menjadi kota kelas satu dan kota yang dikelola secara terpusat, modern, cerdas, hijau, dan berkelanjutan.

Dalam dokumen tugas perencanaan, Khanh Hoa diarahkan menjadi pusat pertumbuhan penting bagi negara, kota pesisir yang memiliki daya saing tinggi, sekaligus gerbang internasional. Pengembangan tersebut ditujukan untuk mendorong keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan, melindungi sumber daya, beradaptasi dengan perubahan iklim, serta memperkuat identitas sebagai kota pesisir.

Rencana juga menegaskan peran Khanh Hoa sebagai pusat pengembangan ekonomi maritim, industri teknologi tinggi, logistik, layanan berkualitas tinggi, energi bersih, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi. Selain itu, wilayah ini diposisikan sebagai pusat komprehensif ekonomi, budaya, sains dan teknologi, serta perdagangan internasional bagi tingkat nasional, kawasan Pesisir Selatan Tengah, dan Dataran Tinggi Tengah.

Dalam konteks keterhubungan wilayah, Khanh Hoa diproyeksikan berperan menghubungkan koridor ekonomi pesisir, antarwilayah, hingga internasional. Sebagai pusat pariwisata dan layanan kelautan internasional, kawasan ini juga diarahkan menjadi inti pengembangan pariwisata, resor, serta kegiatan konferensi dan acara bagi wilayah dan seluruh negara.

Pengembangan ruang kota dirancang mengikuti karakter kota pesisir yang strategis dalam organisasi spasial pembangunan pesisir nasional. Arah pembangunan menekankan modernisasi, kecerdasan kota, penghijauan, dan keberlanjutan, dengan upaya menyelaraskan kawasan perkotaan dengan laut, pulau, serta zona ekologi alami, sembari menjaga lanskap dan kualitas lingkungan serta memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim.

Keputusan tersebut turut menyoroti posisi strategis Khanh Hoa dalam pertahanan dan keamanan nasional, terutama terkait perlindungan kedaulatan maritim, pulau-pulau, dan Zona Khusus Truong Sa. Karena itu, rencana diarahkan untuk mengintegrasikan pembangunan sosial-ekonomi dengan penguatan pertahanan dan keamanan, menjaga stabilitas politik, serta ketertiban dan keamanan sosial.

Dalam proyeksi kependudukan, populasi perkotaan Khanh Hoa diperkirakan mencapai sekitar 2,7–2,8 juta jiwa pada 2030, meningkat menjadi sekitar 3,7–3,8 juta jiwa pada 2040, dan mencapai sekitar 5–5,1 juta jiwa pada 2050. Dengan proyeksi tersebut, Khanh Hoa dipandang tidak hanya sebagai pusat regional, tetapi juga sebagai gerbang menuju ekonomi maritim internasional.

Tugas perencanaan ini menetapkan kebutuhan untuk memastikan konsistensi, sinkronisasi, dan integrasi antara rencana induk perkotaan Khanh Hoa dengan rencana tingkat lebih tinggi serta rencana khusus yang sedang berjalan. Selain itu, perencanaan diminta merumuskan prinsip, kriteria, dan metode pemilihan opsi struktur pembangunan perkotaan, guna memastikan pemanfaatan efektif kawasan dinamis, koridor pembangunan, pusat kegiatan, serta ruang-ruang kota utama di provinsi tersebut.

Studi perencanaan juga diarahkan menelaah model pembangunan multipolar dan multi-pusat, dengan penegasan hubungan, peran, serta mekanisme koneksi antarkawasan dan kutub pertumbuhan. Fokusnya mencakup pengorganisasian sistem konektivitas cepat di antara kota-kota komponen di wilayah Khanh Hoa.