Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo meluncurkan inovasi barcode digital untuk kotak amal berbasis data terintegrasi. Program ini diperkenalkan oleh Bupati Bungo H. Dedy Putra di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Rabu (29/04/2026).
Peluncuran tersebut menandai langkah baru dalam pengelolaan dana sosial dan keagamaan dengan mengedepankan sistem non-tunai. Pemkab Bungo menilai metode ini lebih modern, praktis, dan efisien bagi masyarakat.
Bupati Dedy Putra mengatakan inovasi itu merupakan bagian dari transformasi digital pemerintah daerah, sekaligus upaya meningkatkan kepercayaan publik dalam penyaluran donasi. “Hari ini kita meluncurkan sistem barcode digital untuk kotak amal. Tujuannya jelas, agar pengelolaan dana umat menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Kita ingin memastikan bahwa kebaikan masyarakat Bungo dikelola dengan teknologi yang mumpuni,” ujarnya.
Melalui sistem ini, setiap donasi yang diberikan masyarakat akan tercatat secara digital dan terintegrasi. Pemkab menyebut pencatatan tersebut membuat dana lebih aman serta lebih mudah diawasi.
Sejumlah keunggulan yang disampaikan antara lain meminimalisir risiko kehilangan atau penyalahgunaan kotak amal secara fisik, serta meningkatkan transparansi karena data transaksi dapat dipantau secara real-time oleh instansi terkait.
Masyarakat juga dapat berdonasi dengan memindai barcode menggunakan aplikasi dompet digital maupun layanan perbankan melalui ponsel. Sistem ini disebut telah terhubung langsung dengan data pemerintah daerah, sehingga pelaporan dinilai lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan peluncuran turut dihadiri pejabat di lingkungan Pemkab Bungo dan tokoh masyarakat. Pemkab berharap inovasi ini dapat meningkatkan keyakinan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah karena pengelolaannya dinilai lebih transparan dan berbasis teknologi.

