Pemkab Jayawijaya Percepat Digitalisasi Arsip Lewat Penerapan Aplikasi Srikandi

Pemkab Jayawijaya Percepat Digitalisasi Arsip Lewat Penerapan Aplikasi Srikandi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mempercepat digitalisasi arsip pemerintahan dengan mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di Wamena, Selasa (28/4/2026).

Bimtek itu dibuka secara resmi oleh pelaksana tugas (plt) Sekretaris Daerah Jayawijaya, Tinggal Wusono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penerapan sistem kearsipan digital di lingkungan pemerintah daerah dan berharap aplikasi Srikandi digunakan dalam administrasi surat-menyurat sehari-hari.

“Saya berharap seluruh OPD dapat menerapkan aplikasi Srikandi dalam administrasi surat-menyurat setiap hari, sehingga penyelenggaraan arsip di kabupaten Jayawijaya menjadi lebih baik dan berbasis digital,” kata Wusono.

Wusono menyebut penerapan Srikandi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan. Ia menegaskan arsip tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga bagian dari manajemen organisasi pemerintahan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Jayawijaya menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Menurut Wusono, kehadiran narasumber diharapkan dapat meningkatkan kompetensi ASN dalam pengelolaan arsip digital yang terintegrasi, aman, dan efisien.

Wusono juga menyinggung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 serta kebijakan Kementerian PAN-RB. Menurutnya, kebijakan itu dapat memperkuat penggunaan aplikasi umum di bidang kearsipan dinamis, termasuk Srikandi.

“Melalui pemanfaatan teknologi informasi, kita mendorong sistem kearsipan yang modern, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan e-government berperan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas aparatur. ANRI, kata dia, turut mendorong transformasi kearsipan digital melalui Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).

Karena itu, seluruh OPD diminta mengelola arsip sesuai standar serta menyusun laporan arsip secara berkala untuk menunjang kelancaran administrasi pemerintahan. “Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat sistem kearsipan di daerah serta mendukung pelayanan pemerintahan yang lebih baik,” kata Wusono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jayawijaya, Thonny Martinus Mayor, menyatakan bimtek tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi bupati dan wakil bupati Jayawijaya dalam mendorong digitalisasi sistem administrasi pemerintahan, terutama pengelolaan data.

“Bapak bupati menginginkan agar seluruh kegiatan pemerintahan sudah bisa terdigitalisasi, terutama dalam pengelolaan data,” kata Mayor.

Menurut Thonny, penerapan Srikandi memungkinkan dokumen dan surat-menyurat OPD tersimpan otomatis dalam sistem terpusat sehingga lebih aman dan mudah diakses. Ia mencontohkan, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, dokumen tetap tersimpan di server.

Ia menambahkan, digitalisasi kearsipan juga menyasar arsip sejarah daerah agar dapat menjadi sumber referensi bagi generasi mendatang. Bimtek ini menghadirkan dua narasumber dari ANRI dan diikuti perwakilan OPD, masing-masing pimpinan dan satu staf yang akan bertugas sebagai admin aplikasi.