Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menggelar verifikasi data dan pengundian nomor unit bagi calon penerima Hunian Tetap (Huntap) Tahap II. Kegiatan ini dipimpin Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Sibolga, Denni Aprilsyah Lubis, mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, di Aula Nusantara I Kantor Wali Kota Sibolga, Minggu (26/04/2026) pagi.
Pembangunan Huntap tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang disalurkan melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Dalam kegiatan itu, Denni menyampaikan proses pengundian nomor unit dilaksanakan sepenuhnya oleh tim Yayasan Buddha Tzu Chi. Langkah ini disebut dilakukan untuk menjamin akuntabilitas serta mencegah praktik manipulasi.
“Proses pengundian dilakukan secara terbuka dan langsung oleh tim Yayasan Buddha Tzu Chi demi memastikan transparansi. Kita ingin memastikan setiap calon penghuni mendapatkan haknya secara adil tanpa intervensi,” ujar Denni.
Selain pembangunan unit rumah, kawasan Huntap juga disebut telah dilengkapi infrastruktur pendukung. Fasilitas yang disiapkan meliputi jaringan listrik serta akses air bersih yang sudah tersedia dan siap digunakan. Pemko Sibolga juga menyurati Telkom untuk memfasilitasi layanan Wi-Fi gratis di kawasan tersebut. Calon penghuni turut menerima perlengkapan rumah tangga untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Dalam kesempatan itu, Pemko Sibolga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Sibolga. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, Menteri Perumahan Rakyat, jajaran kementerian terkait, serta Yayasan Buddha Tzu Chi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Mujianto, mengingatkan penerima manfaat mengenai aturan kepemilikan rumah. Berdasarkan perjanjian, hunian tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan dalam jangka waktu minimal 10 tahun.
“Rumah ini dibangun dari donasi masyarakat seluruh Indonesia. Kami berharap menjadi tempat tinggal yang penuh berkah. Mohon dijaga dan tidak diperjualbelikan, karena hunian ini merupakan bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Sibolga,” kata Mujianto.
Pada tahap II, pengundian dilakukan untuk 25 unit rumah baru serta tiga unit tambahan dari tahap pertama yang sebelumnya belum terundi karena ketidakhadiran penerima.
Kegiatan ini turut disaksikan jajaran Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga Josua Hutapea, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat dan lurah se-Kota Sibolga.

