Pemkot Tangsel Perkuat Ekosistem Digital untuk Dorong Kredibilitas dan Transparansi Data

Pemkot Tangsel Perkuat Ekosistem Digital untuk Dorong Kredibilitas dan Transparansi Data

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan percepatan transformasi sistem komunikasi publik melalui penguatan ekosistem digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel menyatakan pengembangan ini tidak hanya menekankan kecepatan layanan, tetapi juga kredibilitas serta transparansi data.

Kepala Dinas Kominfo Tangsel TB Asep Nurdin mengatakan transformasi tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun layanan berbasis digital. Ia menjelaskan, prosesnya dimulai pada periode 2015–2020 ketika masing-masing dinas mengembangkan aplikasi secara mandiri, lalu berlanjut pada 2021–2024 melalui konsolidasi dalam satu domain terpadu lewat portal resmi kota.

Menurut Asep, sejak 2025 Tangsel memasuki fase yang disebutnya sebagai “Era Satu Ekosistem Percakapan”. Pada fase ini, layanan diorkestrasi melalui Tangsel ONE dan Helita, sehingga warga tidak perlu mengunduh banyak aplikasi untuk mengakses layanan pemerintah. “Warga tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi, cukup satu akses cerdas dan otomatis, termasuk melalui chat WhatsApp yang aktif 24 jam,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pemkot Tangsel juga menyebut sejumlah layanan digital yang sudah dapat dimanfaatkan warga. Di antaranya Simponie Tangsel untuk pengurusan lebih dari 73 layanan perizinan secara daring, sistem LAPOR! untuk pengaduan masyarakat, serta portal Pajak Daerah yang memungkinkan pembayaran tanpa harus datang ke kantor. Asep menambahkan, pihaknya juga memiliki AI Agent Helita yang disiagakan selama 24 jam untuk memberikan informasi kota kepada warga.

Kominfo Tangsel turut memaparkan rencana pengembangan pada 2026–2027. Asep menyebut, pada kuartal ketiga 2026, ekosistem digital akan diperluas melalui integrasi lebih banyak organisasi perangkat daerah (OPD) dan penguatan notifikasi proaktif kepada warga. Pada fase ini, Pemkot Tangsel menargetkan personalisasi layanan dan menghadirkan Dashboard Warga Mandiri.

“Pada Q3 2026 nanti, kami akan menghadirkan personalisasi layanan dan Dashboard Warga Mandiri. Jadi, sistem yang akan mengingatkan warga, bukan sebaliknya,” kata Asep. Ia menambahkan, pada visi 2027 Pemkot Tangsel menargetkan terwujudnya “Smart City Humanis” dengan layanan prediktif berbasis data dan pemanfaatan kecerdasan buatan yang semakin memahami kebutuhan warga.

Di sisi lain, Kominfo Tangsel menyatakan melakukan pemantauan dinamika isu secara real-time untuk merespons fenomena echo chamber dan maraknya hoaks. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan big data analytics, yang disebut memungkinkan pemerintah mengambil langkah preventif sebelum isu berkembang menjadi krisis informasi.

Asep juga menyinggung risiko keamanan siber seiring integrasi data yang semakin masif. Karena itu, penguatan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) menjadi prioritas untuk melindungi privasi warga. “Kedaulatan data warga adalah prioritas tertinggi. Kami terus memperkuat pertahanan siber karena kepercayaan publik sangat bergantung pada seberapa aman sistem yang kami bangun. Di sisi lain, Tangsel ONE menjadi referensi utama warga untuk memverifikasi kebenaran isu,” tegasnya.

Menurut Asep, transformasi teknologi turut diiringi pembenahan budaya kerja di internal Pemkot Tangsel. Ia menekankan bahwa teknologi diposisikan sebagai instrumen untuk memperkuat pelayanan publik agar negara hadir di tengah arus informasi digital dan memberikan solusi yang inklusif bagi warga.