Perdagangan instrumen finansial, termasuk pasangan mata uang AUD/JPY (Dolar Australia terhadap Yen Jepang), mengandung risiko tinggi. Investor berpotensi kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasinya, sehingga aktivitas ini dapat tidak sesuai bagi sebagian pihak.
Risiko juga berlaku pada perdagangan mata uang kripto yang dikenal volatil dan dapat dipengaruhi berbagai faktor eksternal, seperti peristiwa finansial, perubahan regulasi, maupun dinamika politik. Selain itu, penggunaan fasilitas margin disebut dapat meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, investor diimbau memahami secara menyeluruh risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial. Pertimbangan juga perlu mencakup tujuan investasi, tingkat pengalaman, serta toleransi risiko, dan disarankan mencari nasihat profesional apabila diperlukan.
Fusion Media turut menyampaikan bahwa data dan harga yang ditampilkan di situs web mereka tidak selalu bersifat real-time atau akurat. Informasi harga dapat berasal dari pelaku pasar dan tidak selalu disediakan langsung oleh pasar atau bursa, sehingga berpotensi berbeda dari harga aktual. Karena itu, harga yang ditampilkan disebut bersifat indikatif dan tidak ditujukan sebagai acuan untuk keperluan trading.
Fusion Media dan penyedia data yang dimuat di situs tersebut juga menegaskan tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan yang timbul akibat aktivitas trading pengguna atau karena mengandalkan informasi yang tersedia di situs web.
Dari sisi penggunaan data, pengguna dilarang menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data di situs tanpa izin tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data terkait. Seluruh hak kekayaan intelektual atas data tersebut dinyatakan dimiliki oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakannya.
Fusion Media juga menyebut dapat memperoleh imbalan dari pengiklan yang tampil di situs, bergantung pada interaksi pengguna dengan iklan atau pengiklan. Adapun, versi bahasa Inggris dari perjanjian dinyatakan sebagai versi utama apabila terdapat perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.

