Pertamina Diminta Impor BBM dan Elpiji USD15 Miliar dari AS, Tegaskan Proses Tender Terbuka

Pertamina Diminta Impor BBM dan Elpiji USD15 Miliar dari AS, Tegaskan Proses Tender Terbuka

PT Pertamina mendapat amanat dari pemerintah Indonesia untuk melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji senilai USD15 miliar dari Amerika Serikat. Dalam pelaksanaannya, Pertamina menegaskan akan mengedepankan transparansi melalui mekanisme pengadaan yang terbuka.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan proses impor tersebut tidak dilakukan melalui penunjukan langsung. Ia menekankan pengadaan akan dijalankan dengan mekanisme tender dan bidding sebagaimana praktik yang selama ini berlaku.

“Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa, mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka,” kata Simon di Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026.

Simon menyampaikan kerja sama dengan Amerika Serikat bersifat murni bisnis, sehingga implementasinya mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku. Menurutnya, prinsip keterbukaan dan transparansi tetap menjadi acuan dalam kemitraan dengan pihak-pihak di Amerika Serikat.

“Ini yang terus kami lakukan dengan mitra-mitra yang ada di Amerika Serikat dan tentunya terbuka, transparan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini Amerika Serikat telah memasok sekitar 57 persen kebutuhan elpiji Indonesia. Dengan kerja sama impor tersebut, porsi pasokan dari Amerika Serikat diperkirakan meningkat menjadi sekitar 70 persen.

Pertamina saat ini menunggu finalisasi kerja sama dalam 90 hari ke depan agar seluruh proses dapat dijalankan sesuai prosedur. Simon menambahkan, perusahaan juga membawa semangat transformasi tata kelola untuk memperkuat kualitas pengelolaan.

“Dan kami pastikan bahwa proses yang sudah berjalan selama ini yang tentunya Pertamina juga dalam semangat untuk meningkatkan, untuk transformasi tata kelola, agar tata kelola lebih baik,” kata Simon.

Simon berharap proses kerja sama yang menjadi bagian dari kesepakatan dagang tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.