Polemik Jembatan Otista Bogor Meluas, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

Polemik Jembatan Otista Bogor Meluas, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

Polemik pembangunan Jembatan Otista di Kota Bogor kian menguat. Isu yang semula banyak dibicarakan dari sisi teknis, kini melebar menjadi pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah tersebut.

Sejumlah elemen masyarakat menilai informasi resmi terkait perencanaan, pengawasan, hingga pelaksanaan proyek masih minim. Ketua Balad Bogor, Heri, mengatakan kurangnya penjelasan dari pihak terkait justru memperbesar kecurigaan publik, terlebih setelah muncul dugaan penggunaan material yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.

“Persoalan ini bukan sekadar teknis, tapi juga menyangkut keterbukaan informasi kepada publik. Masyarakat berhak tahu bagaimana proyek ini direncanakan, diawasi, hingga dilaksanakan,” ujar Heri.

Di tengah perbincangan yang berkembang, muncul dugaan penggunaan material Glassfiber Reinforced Cement (GRC) pada bagian tertentu jembatan. Meski belum ada konfirmasi resmi, informasi tersebut memicu perdebatan, terutama mengenai kelayakan material untuk struktur yang menanggung beban besar.

Namun, sorotan lain mengarah pada belum adanya penjelasan komprehensif dari pihak terkait. Ketiadaan klarifikasi dari kontraktor maupun pemerintah daerah dinilai memperburuk situasi dan membuka ruang spekulasi di masyarakat.

Balad Bogor menilai proyek infrastruktur publik semestinya dijalankan dengan prinsip keterbukaan, mencakup spesifikasi teknis, proses pengadaan, dan mekanisme pengawasan. Menurut mereka, tanpa transparansi, kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan berisiko terus menurun.

Seorang aktivis lokal juga menekankan perlunya langkah cepat untuk meredam polemik, salah satunya dengan membuka data teknis secara rinci kepada publik. “Keterbukaan adalah kunci. Kalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan secara jelas. Tapi jika ada kekeliruan, harus diakui dan diperbaiki,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya sorotan, tuntutan agar dilakukan audit independen turut menguat. Langkah tersebut dipandang penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar dan tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.