Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sasaran disinformasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang beredar di media sosial. Sejumlah video menampilkan seolah-olah Purbaya menyampaikan pernyataan terkait berbagai topik, namun setelah diperiksa, konten tersebut merupakan hasil manipulasi.
Tim Cek Fakta Kompas.com merangkum setidaknya dua contoh disinformasi berbasis AI yang menyasar Purbaya. Modusnya beragam, mulai dari pengubahan suara hingga penyisipan narasi yang tidak sesuai dengan konteks video asli.
1. Video ajakan meminta dukungan rakyat untuk memberantas mafia
Sebuah akun TikTok membagikan video yang memperlihatkan Purbaya seolah meminta dukungan rakyat untuk memberantas “mafia pencuri uang negara”. Klaim tersebut dibantah oleh Kementerian Keuangan.
Melalui akun Instagram resminya, Kemenkeu menyatakan video itu merupakan hasil manipulasi AI. Video aslinya diketahui diunggah oleh akun TikTok Purbaya pada 10 Desember 2025 dan menampilkan Purbaya sedang menyantap makan siang di sebuah warung sop buntut di Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam pemeriksaan, suara Purbaya pada video yang beredar terdeteksi sebagai suara tiruan. Hasil analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan probabilitas 99,9 persen bahwa suara tersebut dibuat dengan AI.
2. Video janji bantuan dana Rp 50 juta
Di Facebook, beredar video yang menampilkan Purbaya seolah menjanjikan bantuan dana Rp 50 juta. Dalam narasi video itu, pengguna diminta menghubungi nomor WhatsApp yang dicantumkan untuk memperoleh bantuan.
Setelah ditelusuri, video tersebut bersumber dari kanal YouTube iNews dan diunggah pada 8 September 2025. Dalam video asli, Purbaya sebenarnya menanggapi tuntutan “17+8” yang disuarakan kelompok masyarakat sipil dalam gelombang protes pada Agustus 2025.
Rangkaian temuan ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian saat menerima dan membagikan konten yang mengatasnamakan tokoh publik, terutama ketika beredar ajakan, klaim sensasional, atau permintaan menghubungi nomor tertentu.

